Satu balita di Agam berstatus PDP dirujuk ke RSUP M Djamil Padang

Satu balita di Agam berstatus PDP dirujuk ke RSUP M Djamil Padang

Direktur RSUD Lubukbasung, Syahrizal Antoni. ANTARA/Yusrizal/am.

balita itu belum dipastikan COVID-19
​​​​​​​Lubukbasung, (ANTARA) - Satu balita dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Kamis (26/3) malam, setelah mendapatkan penanganan awal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung.

Direktur RSUD Lubukbasung, Syahrizal Antoni di Lubukbasung, Jumat, membenarkan bayi berusia sekitar empat tahun itu dirujuk ke RSUP M Djamil Padang pada Kamis (26/3) malam.

"Untuk hasil diagnosa COVID-19 menunggu penanganan dari RSUP M Djamil Padang. Saat ini balita itu belum dipastikan COVID-19," katanya.

Berdasarkan riwayat perjalanannya, balita itu beserta kedua orang tuanya, kakak dan pamannya tinggal di Jakarta.

Baca juga: Padang resmi tetapkan status KLB COVID-19
Baca juga: Wali Kota Padang sumbangkan gaji enam bulan untuk penanganan COVID-19


Keluarga pasien itu pulang ke kampung halaman untuk menghadiri pesta pernikahan keluarganya di Kecamatan Palembayan sekitar enam hari lalu.

Saat ini kedua orang tua, kakak dan pamannya sedang dipantau oleh petugas medis puskesmas.

Ia mengakui RSUD Lubukbasung juga merawat di ruangan isolasi satu warga PDP dengan penyakit penyerta.

Pasien itu sempat dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Riau dan setelah itu pulang ke kampung.

Baca juga: Kontak pasien positif COVID-19, 48 warga Tanah Datar dikarantina
Baca juga: Lima orang positif COVID-19 di Sumbar


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Agam, Tri Pipo menambahkan jumlah warga daerah itu yang masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) bertambah dari 165 menjadi 230 orang sampai Jumat (27/3) siang.

Sedangkan pasien dalam pantauan (PDP) bertambah dari lima menjadi tujuh orang.

"Ini data yang kita peroleh dari 23 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan," katanya.

Baca juga: Satu pasien positif corona di Bukittinggi
Baca juga: Polda Sumbar tingkatkan pengawasan di perbatasan antisipasi COVID-19


Ia mengimbau warga tidak keluar rumah untuk sementara waktu dan hindari kerumunan dengan orang banyak.

Selain itu, menjaga kesehatan dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari dalam menjaga daya tahan tubuh.

Apabila sakit, segera berobat ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Petugas kesehatan akan memantau, memeriksa, mengobati dan merujuk pasien itu.

"Semua masyarakat yang baru pulang dari rantau akan dipantau oleh gugus tugas nagari," katanya.

Baca juga: Pemprov Sumbar minta Menhub kurangi penerbangan di Bandara Minangkabau
Baca juga: Sumbar siapkan sejumlah ruang perawatan ODP antisipasi COVID-19
Baca juga: Sumbar siapkan Rp22 miliar untuk antisipasi penyebaran corona

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satgas COVID-19 optimis Kota Ambon masuk zona kuning

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar