Konveksi di Palembang produksi ribuan masker gratis

Konveksi di Palembang produksi ribuan masker gratis

Pemilik Konveksi Zalikha, Dodi Rakhes (kanan) menunjukan masker produksinya yang dibagikan gratis ke masyarakat Kota Palembang sejak satu pekan terakhir, Jumat (27/3/2020. ANTARA/Aziz Munajar

"Kami mulai memproduksi setelah melihat sulitnya orang mencari masker, sehingga kami coba bantu dengan apa yang kami bisa," ujar Dodi.
Palembang (ANTARA) - Pengusaha konveksi di Kota Palembang memproduksi ribuan masker kain dan membagikannya secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan agar terlindungi dari penyebaran COVID-19.

Pemilik Konveksi Zalikha, Dodi Rakhes di Palembang, Jumat mengatakan telah satu pekan terakhir memproduksi 2.000 lembar lebih masker kain dan membaginya ke rumah-rumah serta masjid-masjid.

"Kami mulai memproduksi setelah melihat sulitnya orang mencari masker, sehingga kami coba bantu dengan apa yang kami bisa," ujar Dodi.

Meski dibagikan gratis, namun masker kain yang dibuat bersama sembilan karyawannya menggunakan bahan-bahan pilihan alias tidak memakai kain sisa, bahkan masker dijahit dengan empat lapis bahan serta dapat dicuci berulangkali.
Baca juga: Pasutri di Pekanbaru buat masker untuk dibagikan gratis cegah COVID-19

Dalam satu hari konveksinya mampu memproduksi 800 lembar masker kain bermacam warna yang dijahit dengan 12 mesin, sebelumnya ia mengaku belum pernah memproduksi masker kain sehingga masker dibuat berdasarkan pengalaman menjahit.

"Kami melihat kerapatan serap dalam membuat masker, semakin rapat serapnya maka partikel-partikel kecil akan sulit masuk, bisa dibandingkan dengan masker-masker yang beredar di pasar tapi tipis karena hanya satu lapis," jelas Dodi.

Masker yang produksinya dibagikan ke semua kalangan dengan batasan hanya satu lembar untuk tiap orang dan tidak boleh titipan, hal itu agar masker kain tidak diperjual belikan oleh tangan kedua mengingat saat ini permintaan masker sangat tinggi.

Setiap hari Ia bahkan menolak permintaan pihak-pihak yang meminta dibuatkan masker namun akan dijual kembali.

"Jika ada pihak yang ingin menyumbangkan masker untuk orang-orang, maka silakan bayar bahan saja, untuk upah menjahit kami gratiskan asal niatnya benar," tegas Dodi.
Baca juga: Satu kios di Pasar Pramuka ditutup karena jual masker mahal

Dengan masker kain yang dapat digunakan berulang-ulang, ia berharap masyarakat tidak lagi kesulitan mencari masker di toko ataupun pasar yang saat ini mencapai Rp10.000 perlembarnya.

Aksi kemanusiaan Dodi itu mendapat dukungan dari tetangga dan kerabatnya dalam bentuk moril maupun materil, ia mengaku pernah diberi donasi dukungan berupa 'gorengan' hingga uang senilai Rp100.000 saat membagikan masker.

"COVID-19 ini adalah ujian untuk semuanya, jadi perlu dukungan semua pihak, urusan rezeki itu sudah diatur Tuhan," kata Dodi.

Ia mengandalkan media sosial Facebook dalam menyebarluaskan aksi berbagi masker gratis tersebut, hasilnya cukup efektif dengan orang-orang yang datang ke konveksinya setiap hari untuk mendapatkan masker kain.

Selama memproduksi masker, ia menyebut produksi baju maupun jaket konveksinya harus ditunda beberapa waktu, ia sendiri berencana terus memproduksi masker kain hingga kondisi wabah COVID-19 mereda.

"Alhamdulillah kawan-kawan sesama konveksi juga ada yang mulai bergerak membuat dan membagikan masker gratis," demikian Dodi.
Baca juga: Polisi kenakan wajib lapor mahasiswi penimbun masker di Tanjung Duren

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar