Satu ODP COVID-19 di Polewali Mandar meninggal dunia

Satu ODP COVID-19 di Polewali Mandar meninggal dunia

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Muhammad Alif Satria. ANTARA/Amirullah

tiba-tiba kemudian dia mengalami nyeri dada yang hebat hingga akhirnya meninggal
Mamuju (ANTARA) - Seorang pasien yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di Kabupaten Polewali Mandar dilaporkan meninggal dunia.

Pasien berusia 49 tahun itu dilaporkan meninggal pada Jumat, sekitar pukul 11. 30 WITA.

"Ya memang benar, seorang ODP COVID-19 di Kabupaten Polewali Mandar hari ini meninggal dunia. Klinisnya akibat gagal jantung," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Muhammad Alif Satria, dihubungi Antara, di Mamuju, Jumat malam.

Selama dalam pemantauan, pasien kategori ODP tersebut lanjut Muhammad Alif sudah berangsur membaik namun tiba-tiba mengalami nyeri dada.

"Selama dalam pemantauan, kondisinya terus membaik, bahkan dia sempat melakukan video call. Tapi, tiba-tiba kemudian dia mengalami nyeri dada yang hebat hingga akhirnya meninggal dunia," terang Muhammad Alif.

Baca juga: Anggaran tak terduga penanggulangan COVID-19 Sulbar Rp2,5 miliar
Baca juga: Dinas Kesehatan Sulbar pesan 150 APD bagi tenaga medis


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pasien ODP tersebut, pada Rabu (18/3) sempat menjalani pemeriksaan di Puskesmas Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar..

Dari hasil pemeriksaan, pasien yang mengaku baru pulang dari Malaysia pada 15 Maret 2020.itu, diketahui memiliki riwayat penyakit jantung, sering batuk pada malam hari, sering sesak serta memiliki suhu badan 37 derajat.

Karena memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan suhu tubuh yang cukup tinggi, pihak puskemas kemudian pada Kamis (19/3), melakukan pemantauan dan isolasi di rumah selama 14 hari dan tidak akan melakukan aktivitas serta bersentuhan langsung dengan siapapun.

Dari pemantauan tersebut, kondisi pasien dilaporkan terus membaik namun masih mengalami keluhan batuk dan sesak nafas hingga akhirnya dilaporkan meninggal dunia pada Jumat siang.

Baca juga: 98 orang dalam pemantauan COVID-19 di Sulbar
Baca juga: Di Natuna, mahasiswi Hubei University asal Sulbar jalani observasi
Baca juga: RSSR dijadwalkan beroperasi akhir April tangani pasien COVID-19

Pewarta: Amirullah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Yurianto sebut Wisata COVID-19 bisa jadi opsi isolasi mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar