Partai Bulan Bintang minta dilakukan klasterisasi RS terkait COVID-19

Partai Bulan Bintang minta dilakukan klasterisasi RS terkait COVID-19

Ilustrasi - Petugas kesehatan di RS Pelni Jakarta mengecek suhu tubuh pengunjung. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Jakarta (ANTARA) - Partai Bulan Bintang meminta kepada pemerintah segera melakukan klasterisasi rumah sakit di setiap provinsi dan kabupaten/kota terkait dengan penanganan pasien COVID-19.

"Dengan melihat perkembangan penanganan pasien COVID-19, kami meminta dengan tegas kepada pemerintah agar segera klasterisasi rumah sakit di setiap provinsi dan tingkat kabupaten/kota," kata Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PBB Randy Bagasyudha melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa klasterisasi itu membagi rumah sakit menjadi rumah sakit untuk klaster COVID-19 dan rumah sakit untuk klaster non-COVID-19 yang terpisah secara ketat.

Baca juga: Partai Bulan Bintang: ambil kebijakan "lockdown" tekan COVID-19

"Kami mendesak agar rumah sakit pemerintah, rumah sakit TNI dan Polri, serta rumah sakit BUMN layak ditetapkan sebagai rumah sakit klaster COVID-19 dan dipenuhi segala keperluan alat pelindung diri (APD), diagnostik, dan pelayanan medisnya, termasuk melengkapi ventilator yang saat ini sangat minim jumlahnya," tuturnya.

Sementara itu, rumah sakit swasta murni ataupun milik yayasan ditetapkan sebagai rumah sakit klaster non-COVID-19.

"Pemisahan tegas ini akan mencegah penularan dalam lingkungan rumah sakit dan akan menyelamatkan banyak nyawa pasien. Hal ini sekaligus juga memberikan ruang pelayanan yang baik bagi pasien yang menderita penyakit umum selain COVID-19 yang juga membutuhkan perhatian yang serius," ujar Randy.

Pemisahan itu, kata dia, juga akan mencegah kolapsnya rumah sakit swata akibat enggannya pasien rutin yang takut tertular COVID-19.

"Pemisahan ini juga menunjukkan ketegasan kita dalam memisahkan antara masalah utama yang mengerikan dengan masalah rutin yang juga akan mengancam keselamatan bangsa jika salah dalam penanganannya," katanya.

Selain itu, dia juga menyoroti banyaknya kasus infeksi COVID-19 pada tenaga medis sebagai realita yang sangat memilukan.

Baca juga: Bantu sediakan APD, Wakil Ketua MPR ajak wakil rakyat potong gaji

Baca juga: Pengusaha konveksi Pulogadung tangkap peluang bisnis APD


Ia mengatakan bahwa perlindungan terhadap dokter dan tenaga medis serta ketersediaan APD, diagnostik, obat, dan kebutuhan ICU/ventilator merupakan kewajiban pemerintah yang sama sekali tidak boleh diabaikan. Hal ini segera harus dipenuhi agar garda depan melawan wabah COVID-19 bisa bekerja maksimal.

"Selain itu, kelompok medis dan para medis ini layak ditetapkan sebagai pahlawan kemanusiaan," ucap Randy.

Ia menghimbau seluruh rakyat Indonesia yang memiliki inovasi untuk memenuhi kekurangan peralatan medis, seperti ventilator agar dapat segera memublikasikan karyanya sebagai alternatif solusi kekurangan perlengkapan saat ini.

"Tak ada rotan akar pun jadi, bagaimanapun peperangan kita terhadap wabah COVID-19 ini harus kita menangkan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," katanya menandaskan.

Baca juga: Jubir: RS Darurat Wisma Atlet untuk kurangi beban RS rujukan

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Semarang gelar vaksinasi tanpa turun di malam hari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar