KKP siapkan strategi antisipasi dampak COVID-19 bagi usaha perikanan

KKP siapkan strategi antisipasi dampak COVID-19 bagi usaha perikanan

Cold storage di Pelabuhan Nizam Zachman, Jakarta Utara, salah satu lokasi yang dipantau oleh KKP. ANTARA/HO-KKP

agar terjadi sinergi yang berdampak langsung di masyarakat berupa penyaluran bahan baku ikan segar dan olahan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan strategi untuk terus melakukan pemantauan ketersediaan, perkembangan pasokan dan harga ikan di Indonesia guna mengantisipasi dampak COVID-19 terhadap usaha perikanan.

"Saat ini pemantauan dilakukan melalui telekomunikasi dengan berbagai sumber antara lain pihak pelabuhan perikanan, sentra produksi budidaya, eksportir, pengelola gudang beku dan pasar retail," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Perbowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Nilanto Perbowo memaparkan, lokasi pemantauan yang telah dilakukan di antaranya Bali, Jakarta, Surabaya, Kendari, Purwakarta, Bekasi, Pekalongan, Trenggalek, Malang, Cilacap, Indramayu, Tegal, Gunung Kidul, Bitung, Makasar, dan Ternate.

Nilanto menambahkan, Ditjen PDSPKP juga telah melaporkan pula beberapa strategi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Menurut dia, tujuan adanya strategi ini untuk menjaga stabilitas harga, sehingga pelaku usaha dapat terhindar dari kerugian dan produksi ikan terserap.

"Pelaksanaan strategi adalah berupa kerja sama dengan Kemensos agar terjadi sinergi yang berdampak langsung di masyarakat berupa penyaluran bahan baku ikan segar dan olahan dengan cara Bantuan Pangan Non Tunai, yang sebagian dari itu dapat dibelikan ikan," ucapnya.

Ia mengungkapkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memastikan akan segera menghubungi Menteri Sosial, Juliari P Batubara untuk mendorong percepatan terlaksananya strategi tersebut.

Strategi lain yang juga disiapkan KKP adalah optimalisasi pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) ikan atau dikenal dengan sistem tunda jual.

Dengan begitu, pada saat harga turun, nelayan dan pembudidaya ikan tidak mengalami kerugian dengan menitipkan produknya di Gudang Beku (cold storage) yang ditunjuk dalam SRG dan dapat menjualnya kembali saat harga membaik.

Bahkan resi dari penitipan ikan di Gudang Beku, dapat dijaminkan ke lembaga pembiayaan untuk mendapatkan dana tunai sebagai modal usaha.

"Lalu penyerapan ikan dalam rangka program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan," ujar Nilanto.

Di tengah wabah COVID-19 ini, Nilanto mengingatkan masyarakat untuk tetap mengonsumsi ikan, bahkan lebih ditingkatkan lagi.

Ia mengingatkan bahwa ikan dengan kandungan gizinya yang tinggi merupakan asupan yang pas untuk membantu tubuh agar tetap sehat guna menangkal serangan virus corona.



Baca juga: KKP: Program pakan mandiri solusi dampak COVID-19
Baca juga: KKP sebut sertifikasi ekspor perikanan meningkat saat pandemi COVID-19
Baca juga: KKP siapkan program siaga nelayan di tengah COVID-19

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri KKP carikan lapangan kerja baru untuk WNI ABK Long Xing 629

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar