150 masker per hari diproduksi BLK Barito Kuala untuk dibagikan gratis

150 masker per hari diproduksi BLK Barito Kuala untuk dibagikan gratis

Produksi masker di BLK Kabupaten Barito Kuala, Kalsel. Masker itu akan dibagikan guna pelindung diri dari virus COVID-19. (FOTO ANTARA/Latif Thohir)

Ide produksi tersebut muncul karena kelangkaan masker di pasaran akibat mewabahnya virus COVID-19 yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan in
Marabahan, Kalsel (ANTARA) - Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan memroduksi sebanyak 150 lembar masker pelindung yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat untuk melindungi diri dari serangan virus COVID-19.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Barito Kuala (Batola) Hasbi di Marabahan, Ibu Kota Kabupaten Barito Kuala, Sabtu mengatakan aktivitas pembuatan masker itu sudah berlangsung selama beberapa hari.

Dalam satu hari, kata dia, pihaknya dapat memroduksi masker sebanyak 150 lembar, dengan menggunakan bahan utama kain jenis katun oxford.

Produksi masker tersebut dilakukan karena merasa prihatin dengan kelangkaan masker yang terjadi hampir di seluruh Kalsel saat ini.

"Kalau sudah terkumpul, masker tersebut akan kami bagikan secara gratis kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang sedang melaksanakan tugas," katanya.

Ide produksi tersebut muncul karena kelangkaan masker di pasaran akibat mewabahnya virus COVID-19 yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan ini.

Didukung tangan terampil dari para penjahit yang difasilitasi alat sebanyak 16 mesin jahit, katanya, BLK Marabahan bakal memroduksi masker tersebut sebanyak-banyaknya.

Kain katun oxford yang sudah dipotong dengan ukuran 20x18 senti meter itu dilipat dua untuk kemudian diberi lipatan "riple" di bagian tengah masker, guna memberikan rongga untuk bernapas.

Sementara kain katun yang sudah disiapkan dengan benar langsung disatukan dengan tali pengait masker tersebut.

"Anak didik yang sedang belajar di BLK kami berikan pelajaran cara membuat masker yang baik dan benar, yang minimal akan mampu melindungi tenaga kerja dari material debu dan lainnya," demikian Hasbi.

Baca juga: Pemprov Kalsel membagikan 2.000 APD ke rumah sakit

Baca juga: Barito dukung prosesi jabat tangan ditiadakan terkait virus corona

Baca juga: PKS bagikan masker gratis antisipasi penyebaran COVID-19

Baca juga: Dinkes: Tiga warga Barito Timur Kalteng masuk karantina di Natuna

Pewarta: Ulul Maskuriah/Latif Thohir
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

SMPN 1 Pontianak gelar simulasi belajar tatap muka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar