Imbauan MUI: Ketimbang mudik, utamakan keselamatan nyawa

Imbauan MUI: Ketimbang mudik, utamakan keselamatan nyawa

Arsip Foto - Sejumlah calon penumpang menunggu keberangkatan kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019). ANTARA/Muhammad Zulfikar/aa.

Di sini penting bagi kita semua memiliki kesadaran kolektif untuk memrioritaskan keselamatan jiwa, baik diri kita maupun orang lain ketimbang aktivitas-aktivitas lain yang bukan prioritas
Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Muslim Indonesia untuk memrioritaskan terlebih dahulu keselamatan nyawa dan masyarakat ketimbang mudik ke kampung halaman.

"Di sini penting bagi kita semua memiliki kesadaran kolektif untuk memrioritaskan keselamatan jiwa, baik diri kita maupun orang lain ketimbang aktivitas-aktivitas lain yang bukan prioritas. Saya kira itu kuncinya," kata  Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh kepada ANTARA di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan bahwa dalam konteks perlindungan jiwa, yang seharusnya wajib dilaksanakan saja akhirnya memperoleh dispensasi untuk dilakukan penyesuaian, terlebih lagi untuk hal-hal yang tidak terkait dengan kebutuhan dan juga kewajiban.

"Pada prinsipnya perlindungan jiwa harus diutamakan dan juga didahulukan daripada memperoleh upaya untuk kesempurnaan ibadah," katanya usai konferensi pers.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan pemerintah sedang menyiapkan suatu kebijakan terkait dengan larangan mudik sementara untuk pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Ia mengingatkan bahwa di dalam hukum ada klausul bahwa dalil keselamatan rakyatlah yang menjadi hukum tertinggi.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah sekarang ini sedang menyiapkan juga satu rencana kebijakan agar masyarakat tidak mudik dahulu ke kampung halaman.

Namun, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam situasi bencana sehingga larangan mudik menjelang Lebaran sedang dipertimbangkan.

Ia tidak memungkiri ada beberapa masyarakat yang saat ini sudah mudik ke kampung halaman. Akan tetapi, akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat.

Baca juga: IDI harapkan pemerintah larang warga mudik hentikan penularan COVID-19

Baca juga: Menag minta masyarakat tidak mudik untuk cegah penyebaran COVID-19

Baca juga: Kemenhub akan realokasi anggaran mudik gratis bantu cegah COVID-19

Baca juga: Jubir pemerintah harap masyarakat tunda mudik karena COVID-19

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wapres optimis Indonesia jadi produsen halal terbesar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar