Bulu tangkis

Ada yang beda dari pebulu tangkis Jonatan Christie

Ada yang beda dari pebulu tangkis Jonatan Christie

Pemain tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. ANTARA/HO/Instagram@jonatanchristieofficial

Jakarta (ANTARA) - Pecinta bulu tangkis siapa yang tidak mengenal pemain tunggal putra Indonesia Jonatan Christie dan bagi mereka yang terus memperhatikan perkembangannya pasti melihat ada yang beda dari lajang berusia 22 tahun itu.

Atlet yang akrab dipanggil Jojo itu jika dilihat secara seksama terlihat lebih kurus jika dibandingkan sebelumnya. Apalagi pemain peringkat tujuh dunia itu baru saja potong rambut sehingga menambah kesan lebih langsing.

"Memang mau tes nurunin berat badan, awalnya ini jadi percobaan sebelum ke Olimpiade nanti. Jadi kalau memang beratnya turun dan nggak lemas, saya akan tetap di berat badan ini di Olimpiade," kata Jojo seperti dilansir laman resmi PBSI yang dipantau di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Jonatan kecewa dengan kekalahan perdana dari Lee

Apa yang dilakukan oleh Jojo ini merupakan salah satu proses pengaturan berat badannya untuk mendapat proporsi tubuh ideal yang diharapkan mampu lebih menunjang performanya di lapangan.

Dalam kondisi masa-masa tanpa turnamen, Jojo sama dengan pebulu tangkis pelatnas lainnya yaitu tetap menjalani latihan rutin meski dengan tensi yang berbeda. Apalagi turnamen dipastikan akan istirahat hingga Mei mendatang.

Baca juga: Ahsan ikut serukan "tetap di rumah" untuk bendung corona

"Harus tetap jaga badan, kalau saya sih tetap rutin jogging dan kadang saya latihan ringan juga, tapi tetap menyesuaikan dengan kondisi sekarang," kata Jojo menambahkan.

Perihal mundurnya jadwal Olimpiade Tokyo 2020 menjadi tahun depan, Jojo memandang hal ini dengan positif, meskipun jalan kualifikasi menuju Olimpiade menjadi lebih panjang bagi para atlet.

"Ditunda itu kan untuk kebaikan dan kesehatan semua manusia. Olimpiade bukan hal yang harus dilakukan saat ini juga karena sekarang yang lebih urgent itu adalah menghentikan penyebaran COVID-19 agar tidak semakin banyak korban," kata Jojo menjelaskan.

Baca juga: Pelatih kepala tunggal putra Hendry Saputra berstatus PDP COVID-19

"Persiapan kami dan pemain dari semua negara pasti terganggu selama corona masih mewabah, jadi menurut saya memang sebaiknya diundur," kata pemain kelahiran Jakarta, 15 September 1997 itu.

Jojo dan kawan-kawan terakhir mengikuti turnamen di All England 2020 Birmingham, Inggris. Hingga saat ini Jojo masih mengikuti isolasi mandiri sebagai salah satu prosedur yang harus dilakukan mereka yang baru kembali dari luar negeri.

"Ya mungkin ini jadi salah satu pelajaran buat kita semua, bukan cuma dunia olahraga tapi semua, supaya berhenti sejenak dari kesibukan kita sehari-hari dan beristirahat serta merenung, apa aja hal positif yang bisa kita ambil dari kejadian ini," pungkas atlet dari PB Tangkas itu.

Baca juga: Ahsan/Hendra menilai penundaan Olimpiade Tokyo langkah terbaik

Baca juga: PBSI tunggu pengumuman kualifikasi pengganti Olimpiade dari BWF

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jojo ditaklukan wakil Denmark di perempat final Indonesia Masters 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar