KSAD kerahkan armada bantu PMI disinfektan di Jakarta

KSAD kerahkan armada bantu PMI disinfektan di Jakarta

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat pengamatan langsung fasilitas ruang isolasi, Unit Perawatan Intensif Koroner (CICU), dan juga Alat Pelindung Diri (APD) di RSPAD Gatot Subroto melalui video konferensi yang berlangsung di Ruang Pusat Komando Pengendalian (Puskodal) Markas Besar Angkatan (AD), Jakarta, Sabtu (28/3/2020). (ANTARA/ HO)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengerahkan sejumlah personel dan armada operasional guna membantu Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar penyemprotan disinfektan di wilayah DKI Jakarta terkait wabah corona (COVID-19).

"Sebanyak 100 prajurit TNI AD telah membantu operasional armada penyemprotan disinfektan PMI," kata Andika melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Andika mengatakan PMI menggandeng TNI AD mensterilkan wilayah DKI Jakarta yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan episentrum wabah COVID-19.

Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengapresiasi bantuan dari TNI AD berupa armada dan personel untuk penyemprotan disinfektan di wilayah Jakarta.

Kalla menyampaikan operasi penyemprotan yang dilakukan PMI Jakarta Pusat telah dilakukan sejak sebulan terakhir.

"Demi mengurangi penyebarannya, penyemprotan diterapkan dalam dua minggu sekali," tutur Kalla.

Baca juga: KSAD tambah 49 tenaga medis bantu RSPAD tangani COVID-19

Sebelummya, Andika juga meminta penambahan 49 tenaga medis dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) untuk membantu Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta dalam menangani penyebaran COVID-19.

"Sebanyak 49 tenaga medis itu jam 08.00 WIB melapor ke RSPAD, ke Kolonel Dokter Abraham (Arimuko)," ujar Andika.

Ia mengatakan penambahan 49 tenaga medis itu tidak boleh diambil dari rumah sakit Komando Daerah Militer (Kodam) tetapi langsung diambil dari Yonkes Kostrad.

Saat ini, total penambahan tenaga medis untuk RSPAD Gatot Soebroto itu berjumlah 90 orang.

Selain penambahan tenaga medis, TNI AD juga mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) di RSPAD Gatot Soebroto bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan.

Keputusan yang diambil cepat oleh Andika dalam menambah tenaga medis serta pemenuhan kebutuhan APD, merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Baca juga: Antisipasi virus corona, Rumah Sakit TNI AD disiagakan

Baca juga: KSAD usul pasang alat pemantau pasien di ruang isolasi RSPAD

Baca juga: PMI lakukan penyemprotan cairan antikuman massal di 26 provinsi

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KSAD: Pramono Edhie sederhana dan dekat dengan prajurit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar