Warga NTT diminta tidak tolak ODP COVID-19

Warga NTT diminta tidak tolak ODP COVID-19

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu (kanan) ketika memberikan keterangan pers secara daring di Kupang, Sabtu (28/3/2020). Antara/HO-Biro Humas dan Protokol Setda NTT

mereka tetapi dikoordinasikan dengan puskesmas dan paramedis setempat untuk memastikan kesehatannya
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat berharap, masyarakat setempat tidak menolak keberadaan orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 yang jumlahnya terus bertambah di provinsi berbasis kepulauan itu.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Pemprov NTT Marius Ardu Jelamu dalam penjelasan secara daring kepada wartawan di Kupang, Sabtu (28/3), mengatakan jumlah ODP COVID-19 di provinsi itu mengalami peningkatan namun belum ada yang dikategorikan positif.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat NTT tidak perlu khawatir dan menolak warga yang masuk kategori ODP.

"Kami juga memantau dan mendengar ada warga yang datang dari daerah terpapar tetapi ditolak oleh warga tertentu. Pemerintah NTT meminta dan berharap agar tidak menolak mereka tetapi dikoordinasikan dengan puskesmas dan paramedis setempat untuk memastikan kesehatannya,” kata Marius didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Veri Guru.

Dia mengatakan di NTT hingga saat ini belum ada yang dinyatakan positif COVID-19 sehingga tidak perlu melakukan aksi penolakan terhadap kehadiran ODP.

"Warga yang datang belum tentu positif COVID-19. Boleh waspada karena untuk sesuatu yang bagus. Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga yang memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap kesehatan masyarakat,” kata dia.

Baca juga: Jumlah ODP di Semarang menurun

Pemprov NTT akan melakukan pemantauan secara khusus terhadap 2.200 orang yang masuk ke daerah tersebut melalui bandara udara dan pelabuhan laut di berbagai daerah di NTT.

"Data 2.200 orang ini merupakan data dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang masuk ke NTT, baik melalui pelabuhan laut maupun bandara di NTT, tentu seluruh kepala daerah di NTT harus melakukan pemantauan terhadap warga yang datang itu untuk memastikan terpantau dari sisi kesehatannya," katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 NTT, jumlah ODP di daerah tersebut pada saat ini mencapai 397 orang. Mereka telah menjalani pemeriksaan secara klinis oleh paramedis.

"Sedangkan 2.200 itu merupakan data berdasarkan 'hard alert card' (kartu tanda kesehatan) yang dikeluarkan KKP," kata Marius.

Baca juga: Jumlah ODP COVID-19 di NTT meningkat
Baca juga: Tiga PDP COVID-19 di Buleleng Dipulangkan
Baca juga: Masyarakat Aceh diimbau tunda pulang kampung untuk cegah corona

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

3 strategi penanganan flu burung disarankan untuk tangani COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar