Menteri BUMN: Mereka yang kehilangan nyawa akibat COVID-19 mati syahid

Menteri BUMN: Mereka yang kehilangan nyawa akibat COVID-19 mati syahid

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) berada di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/hp.

Ini hari ke-26 sejak Presiden mengumumkan pasien pertama terinfeksi virus Corona dan hari ini sudah di atas 1000 orang yang terinfeksi
Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan orang-orang yang kehilangan nyawanya dalam situasi wabah COVID-19 yang sedang melanda adalah mati syahid dan mendapatkan surga sebagai ganjarannya.

"Agama saya mengajarkan bahwa mereka yang kehilangan nyawanya dalam situasi seperti ini adalah mati syahid dan surga adalah ganjarannya. Semoga semua diterima di sisi terindah Yang Maha Kuasa," ujar Erick Thohir dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Erick juga tidak lupa menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang kehilangan mereka yang dicintai.

"Saya duduk di sini, bukan sebagai Menteri BUMN, tetapi sebagai seorang ayah bagi 4 anak saya, seorang suami, dan juga seorang anak dari ibu saya," ujarnya.

Baca juga: Menteri BUMN harap bantuan pencegahan COVID-19 terus mengalir
Baca juga: Erick Thohir: Saatnya gotong royong dan berhenti saling menyalahkan


Ini hari ke-26 sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan pasien pertama terinfeksi virus Corona dan hari ini sudah di atas 1000 orang yang terinfeksi di Indonesia. "Dan hari ini, tepat dua minggu sejak Presiden Jokowi meminta kita menjaga jarak.

Banyak masyarakat yang bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Namun tidak sedikit pula yang masih harus bekerja di luar dengan semua resiko yang harus dihadapi.

"Namun yakin lah apa yang kita korbankan, adalah demi keluarga yang kita sayangi, demi orang-orang yang kita kasihi, demi Ibu Pertiwi," ujar Erick.

Sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Sabtu, 28 Maret 2020, total positif COVID-19 di Indonesia menjadi 1.155 kasus, sementara 59 orang sembuh dan 102 meninggal dunia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa pasien yang sembuh bertambah 13 kasus, sementara yang meninggal bertambah 15 kasus. Sebelumnya pada Jumat (27/3), tercatat 1.046 kasus positif COVID-19, 87 orang meninggal dan 46 orang sembuh.

Baca juga: Menteri Erick pesan test kit COVID-19 dari Swiss
Baca juga: Pengamat apresiasi gerak cepat Erick siapkan Rumah Sakit Pertamina

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri BUMN tinjau laboratorium biomolekuler PCR di RS PHC

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar