NBA

Pemilik Knicks dan Rangers, Dolan dinyatakan positif COVID-19

Pemilik Knicks dan Rangers, Dolan dinyatakan positif COVID-19

Ketua Eksekutif Madison Square Garden, James Dolan menjawab pertanyaan dalam konferensi pers memperkenalkan Phil Jackson sebagai Presiden New York Knicks di Madison Square Garden di New York, pada 18 Maret 2014. James Dolan didiagnosa COVID-19, dan menjadi pemilik tim olahraga besar di AS yang positif terkena virus, demikian pengumuman Knicks, Sabtu (28/3/2020) malam. (Maddie Meyer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Jakarta (ANTARA) - Konglomerat bisnis Amerika dan pemilik New York Knicks, James Dolan dinyatakan terkena COVID-19 dan menjadi pemilik utama klub olahraga AS pertama yang terjangkit virus corona, demikian diumumkan tim, Sabtu malam (28/3).

Dilansir AFP yang dipantau di Jakarta, Minggu, Dolan yang merupakan pebisnis berusia 64 tahun dan juga pemilik New York Rangers National Hockey League, tengah mengisolasi diri setelah merasakan "gejala ringan".

Dalam sebuah cuitan Knicks mengatakan Dolan tetap menjalankan tugasnya sebagai ketua eksekutif perusahaan olahraga dan hiburan yang berbasis di New York, Madison Square Garden Co.

NBA menunda musim regulernya pasca beberapa pemain, termasuk pemain Utah Jazz Rudy Gobert yang dites positif terkena virus corona baru itu.

Baca juga: Rudy Gobert dan Donovan Mitchell telah bersih dari virus corona
Baca juga: LeBron James bahas efek virus corona ke NBA
Baca juga: NBA hampir pasti lanjutkan kompetisi, tapi tanpa penonton


NHL juga menangguhkan musimnya karena virus corona.

Colorado Avalanche mengumumkan pada Kamis (26/3) bahwa salah satu dari pemainnya didiagnosis terkena virus, menjadikan pemain NHL ketiga yang terkena COVID-19.

Amerika Serikat telah melaporkan bahwa terjadi lebih dari 120.000 kasus virus corona baru, angka tertinggi di dunia dan sekitar 2.190 orang tewas.

Dolan berasal dari New York yang telah menjadi hotspot pandemi di Amerika. Pada Sabtu malam, negara itu melaporkan lebih dari 670 orang meninggal dari 52.000 kasus.

Baca juga: Trump batal "lockdown" New York, korban tewas corona lampaui 2.000
Baca juga: Virus corona dapat tewaskan 81.000 orang di AS : analisis

Pewarta: Naufal Difaudin dan Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar