Listrik perlu dipastikan selalu tersedia untuk WFH selama COVID-19

Listrik perlu dipastikan selalu tersedia untuk WFH selama COVID-19

Cegah penyebaran Covid-19, PLN hitung pemakaian listrik rata-rata tiga bulan terakhir. (Antaranews/Ist/2020)

Jakarta (ANTARA) - Listrik perlu dipastikan selalu tersedia bagi kalangan masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang menerapkan kebijakan Working From Home (WFH) atau bekerja di dalam rumah selama periode pandemi COVID-19.

“Untuk mendukung kegiatan warga selama berkegiatan di rumah (tempat masing-masing) saya meminta PLN menjamin ketersediaan listrik," kata Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Untuk itu, ujar dia, diharapkan PLN juga bisa mengantisipasi berbagai gangguan dan kendala teknis di lapangan yang dapat terhentinya pasokan listrik ke masyarakat.

Politisi PKS itu menekankan pentingnya langkah antisipasi agar warga tetap akan merasa nyaman dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-harinya.

"Tidak hanya itu, jika memungkinkan, PLN dapat memberi kelonggaran batas waktu pembayaran iuran listrik kepada para pelanggan," ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa tidak semua pelanggan PLN terbiasa membayarkan tagihan atau membeli token listrik menggunakan fasilitas internet, baik secara mobile ataupun melalui transfer di ATM.

Seperti diketahui, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah bersiaga memastikan pasokan listrik andal, PLN melakukan pemantauan secara khusus untuk rumah sakit besar di Jakarta dan sekitarnya dimana terdapat pasien yang diisolasi karena masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun yang sudah positif terjangkit corona.

Standard Operational Procedure (SOP) yang diterapkan terhadap rumah sakit besar tersebut antara lain, pertama, Sistem kelistrikan dipasok dari dua sumber, sehingga apabila sumber listrik utama mengalami gangguan maka langsung dipindahkan ke sumber listrik cadangan.

“Jaringan pemasok rumah sakit, kantor pemerintah fasilitas lain yang menjadi bagian vital untuk siaga Penanganan Covid-19. Ini kita buat siaga dengan dua sumber dari gardu yang berbeda, sumber utama dan sumber cadangan, bebannya pun dimonitor berkala setiap 3 jam,” tutur General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, M.Ikhsan Asaad di Jakarta, Selasa (24/3).

PLN juga memberikan bantuan supervisi instalasi listrik milik pelanggan rumah sakit agar pasokan listrik selalu tersedia dan andal

Dalam masa siaga COVID-19 ini, PLN menyiagakan 2.271 personil, 41 unit UPS dengan total kapasitas 7.070 kilo Volt Ampere (kVA), 15 unit trafo bergerak dengan total kapasitas 1.745 kVA, 7 unit kabel bergerak sepanjang 2.600 meter, 23 Unit Gardu Bergerak dengan total kapasitas 17.080 kVA, 10 unit genset dengan total kapasitas 1.745 kVA.




Baca juga: PLN siaga pasokan listrik di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19
Baca juga: Wapres: Tagihan listrik masyarakat miskin akan diringankan
Baca juga: Hadapi corona, PLN tetap siaga jaga pasokan listrik masyarakat

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ada 3 tahap operasi KRL saat Normal Baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar