Kasus COVID-19 di Palestina berjumlah 115

Kasus COVID-19 di Palestina berjumlah 115

Anggota polisi Palestina, menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap virus COVID-19. melakukan rutinitas di perbatasan Allenby Brigdge yang dikendalikan Israel di Jericho, wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Selasa (10/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad/hp/djo

Ramallah (ANTARA) - Pihak berwenang Palestina pada Senin pagi melaporkan tujuh kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi.

Angka tersebut menambah jumlah sebelumnya menjadi 115 kasus.

Tujuh kasus tersebut berasal dari desa Qatanna, yang terletak di sebelah barat Yerusalem Timur, menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Ghassan Nimr.

Nimr menyebutkan lebih dari 600 orang menjalani tes virus corona dalam beberapa jam terakhir dan sebagian besar dari mereka hasilnya menunjukkan negatif.

Sebelumnya otoritas Pelestina mengatakan pihak membutuhkan bantuan berupa peralatan dan perlengkapan medis dalam upaya mengatasi virus corona. Minimnya pasokan keperluan komoditas medis seperti alat uji virus corona menjadi hambatan utama Palestina melawan corona.

Salah satu negara yang tanggap atas kebutuhan Palestina itu adalah Qatar yang bersedia membantu dalam bentuk dana senilai Rp 2,48 triliun  untuk melawan corona, yang sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya itu.

Di Jalur Gaza yang dikendalikan oleh otoritas Palestina, sejumlah sekolah, pasar, aula ditutup untuk menahan penyebaran wabah corona. Kawasan in dihuni oleh sekitar dua juta warga Palestina dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. 

Sumber: Xinhua

Baca juga: Kasus pertama virus corona dikonfirmasi di jalur Gaza Palestina
Baca juga: Otoritas Palestina larang turis asing ke Tepi Barat karena corona

 

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kunjungi PBNU, menlu bahas wacana pemulangan WNI eks ISIS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar