Italia darurat COVID-19, beli masker dibatasi 2-5 lembar per hari

Italia darurat COVID-19, beli masker dibatasi 2-5 lembar per hari

Seorang staf medis dengan pakaian pelindung terlihat di depan seorang pasien dengan penyakit virus korona (COVID-19) di dalam sebuah unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit San Raffaele, Milan, Italia, Jumat (27/3/2020). ANTARA/REUTERS/Flavio Loscalzo/pri.

Selama lockdown, belum terdengar food supplies atau barang kebutuhan lain yang langka
Jakarta (ANTARA) - Selama karantina total (lockdown) berlangsung di seluruh wilayah Italia, otoritas setempat membatasi pembelian masker dua sampai lima lembar masker untuk satu orang per hari, demikian informasi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Esti Andayani, saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

"Untuk masker, (stoknya) terbatas, sehingga dibuat aturan setiap orang hanya boleh membeli 2-5 lembar per hari dengan harga normal," ujar Dubes Esti saat ditanya mengenai situasi terkini di Italia melalui pesan singkat.

Meskipun stok masker terbatas, ia menjelaskan persediaan makanan dan barang kebutuhan lain masih mencukupi.

"Selama lockdown, belum terdengar food supplies atau barang kebutuhan lain yang langka," terang dia.

Pemerintah Italia menutup seluruh wilayahnya sejak 10 Maret sampai 3 April demi menekan penyebaran  virus corona atau COVID-19. Pasalnya, jumlah pasien positif COVID-19 di Italia terus meningkat sampai per hari ini (30/3), angkanya mencapai 97.689 jiwa, demikian informasi yang dihimpun Worldometers, laman penyedia data statistik independen.

Dari jumlah itu, 10.779 pasien meninggal dunia dan 13.030 lainnya dinyatakan sembuh.

Baca juga: Lima biarawati asal Indonesia di Italia positif COVID-19
Baca juga: Corona menyadarkan betapa kita mendamba keriaan olahraga


Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berkedudukan di Roma mencatat ada sekitar 3.130 warga negara Indonesia di Italia. Dari jumlah itu, kurang lebih 1.239 di antaranya berada di Italia utara, wilayah yang jadi salah satu pusat penyebaran virus.

Sejauh ini, Dubes Esti memastikan belum ada warga negara Indonesia dengan status penduduk yang positif COVID-19.

Walaupun demikian, per 29 Maret, Kementerian Luar Negeri RI menyebut empat warga negara Indonesia, yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) Costa Luminosa, dinyatakan positif tertular virus tersebut.

Empat ABK itu dalam kondisi stabil masih menjalani perawatan di rumah sakit di Italia, demikian keterangan dari Kemlu RI lewat infografis yang disiarkan di media sosial Twitter.

Di samping awak kapal, lima biarawati asal Indonesia juga dinyatakan positif COVID-19, demikian keterangan Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Agus Sriyono, saat dihubungi dari Jakarta melalui telepon, Senin.

Lima biarawati itu tinggal di luar Kota Vatikan, terang Dubes Agus. Tiga di antaranya menghuni biara atau rumah yang sama di Brescia, Lombardy, satu di Milan, Lombardy, dan satu lainnya di Ariano Irpino, Avellino, Campania, ujar dia menjelaskan.

Menurut Dubes Agus, lima biarawati itu dalam kondisi stabil dan masih menjalani karantina di rumah atau biara masing-masing, ujar Agus.

KBRI untuk Takhta Suci Vatikan mencatat ada sekitar 1.620 biarawan dan biarawati asal Indonesia yang berada di seluruh wilayah Italia.

Baca juga: Korban meninggal akibat COVID-19 di Italia menjadi 10.779
Baca juga: Menteri Olahraga Italia ingin perpanjang larangan kompetisi olahraga

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ikan hias menjadi pilihan penghilang rasa bosan selama WFH

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar