81 tenaga medis di Jakarta positif COVID-19

81 tenaga medis di Jakarta positif COVID-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. ANTARA/M Risyal Hidayat.

Jika melihat angka statistik, angka kesembuhan masih rendah jika dibandingkan jumlah kematian tiap harinya.
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 81 tenaga medis di DKI Jakarta terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona penyebab COVID-19 yang tersebar di 30 rumah sakit di ibu kota negara tersebut.

"Tenaga kesehatan positif 81 orang yang tersebar di 30 rumah sakit di Jakarta," ujar Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta Catur Laswanto dalam keterangan persnya di Balaikota Jakarta, Senin.

Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan hari Sabtu yang tercatat sebanyak 61 orang atau naik 20 orang dalam dua hari terakhir. Jika melihat angka statistik, angka kesembuhan masih rendah jika dibandingkan jumlah kematian tiap harinya.

Baca juga: Anies enggan jawab soal penghentian operasi bus AKAP DKI

Baca juga: Anies minta masyarakat serius lakukan pembatasan jarak fisik

Baca juga: Mahfud sebut Anies Baswedan sudah ajukan soal karantina DKI Jakarta


Jumlah pasien sembuh tetap di angka 48 orang atau tidak bertambah sejak Minggu. Sementara 76 orang meninggal dunia atau naik sembilan orang dari hari kemarin.

Mengingat masih besarnya angka penularan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut wilayahnya sebagai episentrum di Indonesia. Maka dari itu, pemerintah bersama masyarakat harus bahu-membahu memutus rantai penularan dengan melakukan instruksi pencegahan.

"Saya meminta kepada masyarakat jangan pandang angka ini sebagai angka statistik. Itu adalah warga kita yang bulan lalu sehat dan berkegiatan, mereka punya anak punya istri dan ini semua harus kita cegah pertambahannya," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan status tanggap darurat di ibu kota terkait virus corona penyebab COVID-19 akan diperpanjang hingga 19 April.

"Pembatasan tetap berjalan, karena itu status tanggap darurat diperpanjang dimana semula sampai 5 April menjadi 19 April," kata dia.

Artinya, kata dia, kegiatan bekerja dari rumah untuk jajaran pemerintahan, Polda dan Kodam dan sipil akan tetap bekerja di rumah.

Selain itu, Anies mengatakan penutupan tempat-tempat wisata di ibu kota juga akan diperpanjang termasuk kegiatan belajar mengajar.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PSBB DKI Jakarta tidak akan diperpanjang jika masyarakat disiplin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar