Masyarakat ikut imbauan pemerintah, penumpang di Soetta-Halim menurun

Masyarakat ikut imbauan pemerintah, penumpang di Soetta-Halim menurun

Ilustrasi: Calon penumpang duduk di ruang publik Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (21/3/2020). PT. Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta menerapkan 'Social Distancing' dengan memberikan tanda panduan jarak di ruang publik guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/hp. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Pergerakan pesawat masuk ke Jakarta lebih tinggi dibandingkan dengan keluar Jakarta
Jakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura II menilai bahwa penurunan pergerakan penumpang pesawat dalam 14 hari terakhir di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma menunjukkan masyarakat mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap barada di rumah.

"Jika melihat data pada periode 14 hari work from home dan stay at home atau pada 16-29 Maret 2020, terjadi tren penurunan pergerakan penumpang pesawat di Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma, menandakan masyarakat merespons baik himbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” ujar Dirut PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

DKI Jakarta, lanjut dia, merupakan provinsi dengan kasus COVID-19 terbanyak di Indonesia. Sejalan dengan itu, warga Jakarta dan sekitarnya mengurangi berpergian dengan pesawat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma.

Ia mengemukakan pada tujuh hari pertama periode imbauan pemerintah pada 16-22 Maret, jumlah pergerakan penumpang pesawat rute domestik di Soekarno-Hatta tercatat 763.633, dan pada tujuh hari berikutnya (23-29 Maret) menjadi 500.080 atau turun 34,51 persen. Sementara itu, pergerakan pesawat turun 34,22 persen dari 6.069 pergerakan menjadi 3.992 pergerakan.

Baca juga: AP II akui ada penurunan penumpang di Bandara Soetta karena COVID-19

Sedangkan di Halim Perdana Kusuma, pada 16-22 Maret jumlah penumpang rute domestik tercatat 86.653 penumpang, dan mengalami penurunan 35,07 persen menjadi 56.265 penumpang pada tujuh hari berikutnya. Pergerakan pesawat juga mengalami penurunan 18,82 persen atau dari 1.217 pergerakan menjadi 988 pergerakan.

"Pergerakan pesawat masuk ke Jakarta lebih tinggi dibandingkan dengan keluar Jakarta. Data juga menyatakan bahwa penumpang yang keluar Jakarta, akan segera kembali ke Jakarta," kata Muhammad Awaluddin.

Dilihat dari top 10 destinasi favorit, lanjut dia, penerbangan yang meninggalkan Jakarta jumlahnya imbang dengan penerbangan yang datang di Jakarta.

"Indikasinya adalah pesawat yang datang ke Jakarta itu membawa kembali penumpang yang sebelumnya meninggalkan Jakarta," paparnya.

Adapun top 10 destinasi rute domestik dari Soekarno-Hatta adalah Medan, Palembang, Padang, Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, Denpasar, Balikpapan dan Ujung Pandang.

Baca juga: Penumpang rute internasional di Bandara Ngurah Rai anjlok 30,18 persen
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar