Pemkot Jambi produksi APD untuk garda terdepan COVID-19

Pemkot Jambi produksi APD untuk garda terdepan COVID-19

UMKM di bawah Dekranasda Kota Jambi memproduksi APD untuk personel gugus tugas garda terdepan penanganan COVID-19. ANTARA/Muhamad Hanapi

Petugas yang melakukan perawatan terhadap PDP (Pasien Dalam Pengawasan) menggunakan APD dari pemerintah pusat
Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota Jambi memproduksi alat pelindung diri (APD) untuk personel gugus tugas virus corona baru (COVID-19) di garda terdepan di daerah itu.

“Untuk tahap awal ini kami memproduksi sendiri APD untuk petugas sebanyak 500 APD,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Jambi, Senin.

Dia menjelaskan bahan pembuatan alat itu berstandar APD pada umumnya.

Alat pelindung diri tersebut, katanya, untuk petugas di garda terdepan yang akan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat, di antaranya petugas yang melakukan pemeriksaan di pintu-pintu masuk Kota Jambi, seperti di perbatasan dan bandara.

Selain itu, petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menjelaskan APD produksi Pemerintah Kota Jambi tersebut digunakan petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan awal, seperti terhadap mereka yang menjadi orang dalam pemantauan (OPD) dan petugas yang akan melakukan penjemputan jika terdapat masyarakat mengalami gejala mirip serangan COVID-19.

“Petugas yang melakukan perawatan terhadap PDP (Pasien Dalam Pengawasan) menggunakan APD dari pemerintah pusat, yakni APD berstandar dari Kementerian Kesehatan,” kata Syarif Fasha.

Baca juga: Pelaku industri swasta diminta bantu produksi massal APD

Biaya produksi APD oleh Pemerintah Kota Jambi tersebut bersumber dari dana dompet peduli bencana Kota Jambi, yakni masyarakat setempat yang peduli terhadap penanganan bencana, seperti pandemi COVID-19 saat ini.

Anggaran yang terkumpul melalui dompet peduli bencana tersebut, sekitar Rp140 juta. Melalui anggaran tersebut, Pemerintah Kota Jambi menargetkan memproduksi APD tiga ribu unit.

“APD ini diproduksi bekerja sama dengan UMKM di bawah naungan Dekranasda Kota Jambi, sehingga produksinya lebih cepat dan maksimal,” kata dia.

Dalam proses pembuatan APD, kata dia, UMKM di bawah naungan Dekranasda menggunakan jasa 45 penjahit.

“Dalam satu hari kita memproduksi 150 APD,” kata pelaku UMKM yang memproduksi APD, Rifdatul Khoiro.

Baca juga: UKM Tulungagung produksi APD untuk bantuan IDI
Baca juga: Pemprov Jateng berinovasi produksi APD untuk tenaga medis
Baca juga: SMKN 5 Palu produksi 200 APD COVID-19 pesanan RS Undata


Pewarta: Muhammad Hanapi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar