Indonesia ekspor beras premium asal Cianjur ke Singapura

Indonesia ekspor beras premium asal Cianjur ke Singapura

IIustrasi -Beras organik Banyuwangi di ekspor ke Italia tahun 2019. ANTARA/ Dokumen

Pemerintah diharapkan terus meningkatkan upaya promosi keunggulan beras Pandan Wangi Cianjur dibandingkan dengan beras serupa yang dihasilkan oleh negara-negara pesaing.
Jakarta (ANTARA) - Di tengah kondisi wabah COVID-19 yang menghantam Indonesia, sektor pertanian justru memberikan angin segar dengan dilakukannya ekspor 20 ton beras premium Pandan Wangi asal Cianjur ke Singapura.

Asisten Manager PT Buyung Poetra Sembada, Fredi, selaku perusahaan eksportir mengatakan beras jenis Pandan Wangi Cianjur merupakan salah satu varietas yang digemari konsumen Singapura.

"Selain bertekstur pulen, beras Pandan Wangi Cianjur juga mengeluarkan aroma wangi alami ketika dimasak. Keunggulan komparatif ini membuat beras Pandan Wangi Indonesia memiliki market tersendiri di Singapura," kata Fredi di Jakarta, Senin.
Baca juga: Papua segera ekspor 70 ton beras ke PNG
Fredi mengungkapkan bahwa ekspor beras tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaannya, terutama dalam rangka mendukung Program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Baca juga: Targetkan ekspor beras 500.000 ton, Mentan libatkan penggilingan

Ia juga berharap Pemerintah terus mendorong produktivitas beras Pandan Wangi Cianjur untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Selain itu, Pemerintah diharapkan terus meningkatkan upaya promosi keunggulan beras Pandan Wangi Cianjur dibandingkan dengan beras serupa yang dihasilkan oleh negara-negara pesaing.

Meski memenuhi pasar ekspor, Kementerian Pertanian menjamin bahwa ketersediaan beras untuk konsumsi dalam negeri tetap terjaga.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gatut Sumbogodjati, mengatakan bahwa pada masa panen ini diperkirakan produksi gabah kering giling (GKG) pada Maret 2020 mencapai 5,6 juta ton atau setara 3,19 juta ton beras.

Sementara pada April 2020 menjadi masa puncak panen raya dengan perkiraan produksi GKG sekitar 8,83 juta ton atau setara dengan 5,03 juta ton beras.
Baca juga: Arab Saudi berencana impor 100.000 ton beras Indonesia setiap bulan

Berdasarkan data perhitungan prognosa ketersediaan dan kebutuhan beras yang dilakukan oleh Badan Ketahahan Pangan Kementerian Pertanian, stok beras dinyatakan aman bahkan sampai dengan akhir Mei 2020 masih surplus sekitar 7,77 juta ton.

"Perkiraan surplus untuk komoditas padi juga memberikan angin segar bagi eksportir beras," kata Gatut.

Gatut mengatakan bahwa selain upaya peningkatan ekspor beras khusus, Pemerintah juga tengah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing beras umum di pasar intenasional, salah satunya adalah penggunaan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Penggunaan mekanisasi pertanian pada saat panen padi selain menurunkan biaya produksi dan memperbaiki kualitas Gabah Kering Panen (GKP) yang dihasilkan juga salah satu upaya untuk meminimalisasi interaksi pekerja untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).
Baca juga: Beras organik Banyuwangi diekspor ke sejumlah negara

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bulog target pengadan beras 950 ribu ton

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar