Trump: Lebih dari sejuta warga Amerika sudah dites corona

Trump: Lebih dari sejuta warga Amerika sudah dites corona

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkenalkan Direktur National Institute of Allergy dan Infectious Disease Anthony Fauci, sementara Wakil Presiden Mike Pence memperhatikan, setelah Trump menyatakan pandemi virus korona (COVID-19) sebagai darurat nasional saat konferensi pers di Rose Garden Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Jumat (13/3/2020). ANTARA/REUTERS/JONATHAN ERNST/TM

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin (30/3), mengatakan lebih dari satu juta warga Amerika sudah menjalani tes virus corona.

Ia mendesak masyarakat untuk terus membatasi jarak fisik hingga April guna mencegah penyebaran virus.

"Setiap dari kita memiliki peran untuk menang dalam perang ini. Setiap warga, keluarga, dan bisnis dapat membuat perbedaan dalam menghentikan virus. Ini tugas patriotik kita bersama. Masa-masa sulit ada pada 30 hari ke depan dan 30 hari ini adalah masa yang sangat penting," kata Trump kepada awak media di Gedung Putih.

Trump menyebut jumlah tes tersebut sebagai tonggak sejarah.

Menurutnya, AS mulai mendapatkan alat pelindung diri dari luar negeri.

"Kami akan memperoleh alat itu dari seluruh dunia dan kami juga akan mengirim sisanya yang tak terpakai ke negara lain," katanya.

Trump mengaku dirinya baru saja berbicara dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan pasokan medis senilai 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,6 triliun) yang tak dibutuhkan oleh AS untuk Italia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Trump batal "lockdown" New York, korban tewas corona lampaui 2.000

Baca juga: DPR AS akan awasi dana bantuan corona

Baca juga: Virus corona dapat tewaskan 81.000 orang di AS : analisis




​​​​​​​Presiden inginkan langkah lebih tegas cegah mudik dini

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar