Pesan Menko PMK bagi pekerja migran: Bila tak perlu, jangan pulang

Pesan Menko PMK bagi pekerja migran: Bila tak perlu, jangan pulang

Foto Dok - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (ANTARA/Khaerul Izan)

Kepulangan mereka sifatnya sukarela, tidak ada program memulangkan mereka, bahkan kita harapkan mereka tidak usah pulang, kalau tidak perlu pulang, kalau di sana masih nyaman dan tidak ada mudarat sebaiknya bertahan di sana
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berpesan agar para pekerja migran Indonesia yang berada di Malaysia atau negara lain tidak perlu pulang ke Tanah Air bila tidak mendesak.

"Kepulangan mereka sifatnya sukarela, tidak ada program memulangkan mereka, bahkan kita harapkan mereka tidak usah pulang, kalau tidak perlu pulang, kalau di sana masih nyaman dan tidak ada mudarat sebaiknya bertahan di sana," kata Muhadjir di kantornya di Jakarta, Selasa.

Muhadjir menyampaikan hal tersebut melalui video conference setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dengan tema "Penanganan Arus Masuk WNI dan Pembatasan Perlintasan WNA".

"Bahkan agar bisa memberikan kenyamanan mereka di tempat asal terutama di Malaysia, arahan Presiden, kita akan mengirim bantuan sosial kepada WNI di Malaysia terutama bagi mereka yang berstatus pekerja harian, buruh harian yang terdampak pada status MCO (Movement Control Order) tadi," ucap Muhadjir menambahkan.

Baca juga: Presiden: Kepulangan buruh migran dan ABK diantisipasi ketat

Malaysia mulai menerapkan kebijakan lockdown atau MCO di negaranya guna menekan penyebaran COVID-19 mulai 19 Maret 2020, dan sementara berlaku hingga 14 April 2020.

"Tadi sudah disepakati akan kita kirim bantuan, yang sudah disepakati bersama antara kita dan Bu Menlu dengan Panglima TNI akan mengirim sembako, dan bantuan yang lain dengan menggunakan fasilitas TNI," ungkap Muhadjir.

Menurut Muhadjir, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan berkomunikasi dengan tentara diraja Malaysia agar bantuan dapat disampaikan melalui darat kepada pekerja migran Indonesia di Malaysia.

"Intinya kepulangan ini sifatnya sukarela dan kita justru menahan mereka tidak pulang karena tugas kita menjaga keselamatan WNI baik di luar negeri dan di dalam negeri. Kalau yang di luar negeri aman, ya di sana dulu sebab Indonesia sendiri sedang berusaha untuk menjaga keselamatan WNI yang di Indonesia," tutur Muhadjir.

Presiden Jokowi dalam rapat mengatakan bahwa ia menerima laporan bahwa dalam beberapa hari ini setiap hari ada sekitar 3.000 pekerja migran yang kembali dari Malaysia. Di Malaysia sendiri menurut Presiden ada jutaan pekerja migran asal Indonesia.

"Sedangkan berkaitan dengan pekerja migran di tempat lain belum ada tanda-tanda mereka akan melakukan gerakan pulang seperti di Malaysia," ujar Muhadjir menambahkan.

Baca juga: Epicentrum COVID-19 beralih, mobilitas antarnegara akan dikendalikan

Hingga Senin (30/3), jumlah positif COVID-19 di Indonesia mencapai 1.414 kasus dengan 75 orang dinyatakan sembuh dan 122 orang meninggal dunia.

Kasus positif COVID-19 ini sudah menyebar di 30 provinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta (698), Jawa Barat (180), Banten (128), Jawa Timur (91), Jawa Tengah (81), Sulawesi Selatan (50), Yogyakarta (18), Kalimantan Timur (17), Bali (19), Sumatera Utara (13), Papua (9), Kalimantan Tengah (7), Kepulauan Riau (3), Sumatera Barat (8), Lampung (8).

Selanjutnya Kalimantan Barat (8), Sulawesi Tenggara (3), Riau (2), Nusa Tenggara Barat (2), Sulawesi Utara (2), Aceh (5), Jambi (2), Sumatera Selatan (2), Kalimantan Selatan (5), Sulawesi Tengah (3), Maluku (1), Maluku Utara (1), Kalimantan Utara (2), Papua Barat (2), Sulawesi Barat (1), Bangka Belitung (1) dan yang masih dalam proses verifikasi di lapangan 37 kasus.

Berdasarkan data dari situs Worldometers, hingga Selasa (31/3) siang terkonfirmasi di dunia ada 785.777 orang yang terinfeksi virus Corona dengan 37.815 kematian sedangkan sudah ada 165.607 orang yang dinyatakan sembuh. Kasus di Amerika Serikat mencapai 164.253 kasus, di Italia 101.739 kasus, di Spanyol 87.956 kasus, di China sebanyak 81.518 kasus, di Jerman 66.885 kasus.

Jumlah kematian tertinggi bahkan saat ini terjadi di Italia yaitu sebanyak 11.591 orang, disusul Spanyol 7.716 orang, di China 3.305 orang, di Prancis 3.024 orang dan di Iran sebanyak 2.757 orang. Saat ini sudah ada lebih dari 186 negara yang mengonfirmasi kasus positif COVID-19 di negaranya.

Baca juga: Presiden ingatkan tantangan baru "imported case" saat hadapi COVID-19

Baca juga: WNI yang baru kembali dari luar negeri langsung berstatus ODP

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemuda Kendari ciptakan aplikasi pemantau karantina mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar