WNI pulang dari luar negeri harus jalani protokol kesehatan

WNI pulang dari luar negeri harus jalani protokol kesehatan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan kebijakan tambahan pemerintah RI tentang pencegahan virus corona di Jakarta, Selasa (17/03/2020). (ANTARA/HO-Kemlu RI/aa.)

Bagi WNI yang menunjukkan gejala akan ditangani lebih lanjut dengan karantina secara terpisah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan warga negara Indonesia (WNI) yang pulang dari luar negeri karena terdampak kebijakan pembatasan pergerakan orang di banyak negara akibat COVID-19, harus menjalani protokol kesehatan setiba di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Retno melalui rekaman audio yang dirilis Kemlu, Selasa, usai ia mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri kabinet.

“Menko PMK sudah menyampaikan mengenai protokol yang berlaku setiba para WNI di pintu-pintu masuk Indonesia,” ujar Retno.

Beberapa protokol yang sudah dan akan terus diberlakukan guna merespons penyebaran virus novel corona atau COVID-19 yakni pemeriksaan kesehatan tambahan di pintu ketibaan dan kewajiban mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (health alert card) yang disiapkan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Paket sanitasi disalurkan ke Kemlu untuk WNI di China
Baca juga: Kemlu koreksi jumlah WNI positif COVID-19 di Malaysia


“Bagi WNI yang menunjukkan gejala akan ditangani lebih lanjut dengan karantina secara terpisah,” kata Retno.

Sementara mereka yang tidak menunjukkan gejala, sangat dianjurkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Melihat dari klasternya, pemerintah telah mengantisipasi dua gelombang kepulangan WNI yang sangat menonjol yaitu pekerja migran Indonesia dari Malaysia dan WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di sejumlah perusahaan pelayaran asing.

Kemlu RI mencatat jumlah WNI yang tinggal dan bekerja di Malaysia dipastikan melebihi satu juta orang, sedangkan WNI yang bekerja di 80 kapal pesiar asing berjumlah 11.838 orang.

Selain itu, Kemlu juga mencatat keberadaan 1.456 jamaah tablig asal Indonesia yang tersebar di Malaysia dan India.

“Jumlah ini dari waktu ke waktu akan terus bergerak sesuai data-data yang masuk ke kami,” tutur Menlu.

Baca juga: Kemlu sampaikan perkembangan COVID-19 kepada kedubes asing di Jakarta
Baca juga: Kemlu RI keluarkan imbauan perjalanan ke Korsel


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Shalat Jumat, warga Kota Cirebon patuhi protokol kesehatan 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar