Aksi ambil untung dorong saham China ditutup lebih rendah

Aksi ambil untung dorong saham China ditutup lebih rendah

Investor melihat layar komputer yang menampilkan informasi saham di sebuah rumah pialang di Shanghai, China beberapa waktu lalu. ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.

Beijing (ANTARA) - Saham China melemah pada akhir perdagangan Rabu, menyusul aksi ambil untung setelah sehari sebelumnya menguat didukung data pemulihan aktivitas pabrik untuk Maret menyusul meredanya wabah virus corona.

Indikator utama Indeks Komposit Shanghai turun 0,57 persen menjadi ditutup pada 2.734,52 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir 0,10 persen lebih rendah pada 9.951,84 poin.

Nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 584,80 miliar yuan (sekitar 82,63 miliar dolar AS), meningkat dari 561,74 miliar yuan (sekitar 79,14 miliar dolar AS) pada perdagangan sehari sebelumnya.

Jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 1.005 saham terhadap 419 saham di bursa Shanghai dan 1.314 saham terhadap 794 saham di bursa Shenzhen.

Melawan tren penurunan, perusahaan-perusahaan di sektor semikonduktor dan fotovoltaik melihat pertumbuhan kuat dalam harga saham mereka, dengan StarPower Semiconductor Ltd., produsen semikonduktor, naik pada batas harian 10 persen menjadi 123,94 yuan.

Industri otomotif juga melihat pertumbuhan didorong oleh keputusan yang dibuat oleh pertemuan eksekutif Dewan Negara pada Selasa (31/3), mengenai perpanjangan subsidi dan pembebasan pajak untuk pembelian kendaraan energi baru dua tahun lagi.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, kehilangan 0,38 persen menjadi ditutup pada 1.864,80 poin.

Baca juga: Saham China dibuka bervariasi setelah naik sehari sebelumnya
Baca juga: Bursa Saham China ditutup lebih tinggi, ditopang data ekonomi positif
Baca juga: IHSG Selasa sore melambung, ditopang kabar pemulihan ekonomi China

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar