Gubernur: 22 orang sembuh dari COVID-19 di Jatim

Gubernur: 22 orang sembuh dari COVID-19 di Jatim

Peta sebaran pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang ditampilkan pada layar di sela konferensi pers di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (01/04/2020) malam. (ANTARA Jatim/Fiqih Arfani)

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan 22 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di wilayahnya.

"Data hingga pukul 16.00 WIB sore ini, lima pasien terkonfirmasi negatif COVID-19 sehingga totalnya sudah 22 orang yang sembuh," ujarnya di sela konferensi pers di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu.

Kelima orang sembuh yakni seluruhnya berasal dari Kabupaten Magetan tersebut dirawat di rumah sakit di Madiun dan diperbolehkan kembali bersama keluarganya masing-masing.

Sebanyak 22 pasien positif COVID-19 yang terkonfirmasi sudah negatif itu masing-masing sebanyak 13 orang asal Surabaya, lima orang asal Magetan, tiga orang asal Kota Malang, dan seorang lainnya asal Kabupaten Blitar.

Baca juga: Bisnis perdagangan berjangka di Surabaya tak pengaruh COVID-19

Baca juga: Puluhan wastafel di Surabaya dirusak orang tak bertanggung jawab

Baca juga: Rapid test di sejumlah Puskesmas Surabaya terkendala minimnya APD


"Apresiasi setinggi-tingginya dan kami ucapkan terima kasih kepada tim medis yang sudah bersama-sama berusaha maksimal," ucap Khofifah.

Sedangkan, untuk kasus meninggal dunia karena COVID-19 di Jatim bertambah seorang, asal Surabaya sehingga totalnya sembilan orang.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut mengucap belasungkawa dan mendoakan almarhum diterima di sisi Allah SWT serta semoga Husnul Khotimah.

"Secara persentase, yang sembuh total 21 persen, kemudian meninggal dunia 8,7 persen, dan yang dirawat 69 persen," kata Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data, total 103 orang di Jatim terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19 atau bertambah 10 orang dari sehari sebelumnya yang jumlahnya 93 orang.

Sebanyak 10 pasien positif, tambahan dari Kota Surabaya tiga orang, Nganjuk empat orang, serta satu orang masing-masing dari Situbondo, Sidoarjo dan Kota Malang.

Sehingga rinciannya, Surabaya terdapat 44 orang, Sidoarjo (11), Magetan (9), Situbondo (6), Kabupaten Malang (5), Kota Malang (5), Nganjuk (4), Lumajang (3), Gresik (3), Kabupaten Kediri (2), Jember (2), Kota Batu (1), Kota Blitar (1), Kabupaten Blitar (1), Kota Kediri (1), Tulungagung (1), Banyuwangi (1), Pamekasan (1), Jombang (1), dan Kabupaten Madiun (1).

Kemudian, untuk warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 536 orang atau bertambah dari data sehari sebelumnya yang jumlahnya sebanyak 420 orang. Sementara, orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 7.328 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya yang berjumlah 6.565 orang.

Tentang daerah terjangkit, saat ini di Jatim bertambah satu, yakni Kabupaten Nganjuk sehingga totalnya 20 kabupaten/kota berstatus "zona merah".*

Baca juga: Surabaya siapkan skema pembatasan sosial skala besar cegah COVID-19

Baca juga: Tes cepat COVID-19 digelar di semua puskesmas Surabaya

Baca juga: Unair bantah tim dosennya temukan obat penangkal COVID-19

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Apresiasi Khofifah untuk kampung tangguh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar