Bantu penanganan COVID-19, seniman-PKK membuat APD untuk RSUD

Bantu penanganan COVID-19, seniman-PKK membuat APD untuk RSUD

Ilustrasi - Peserta pelatihan program Fashion Technology Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) memproduksi APD sesuai standar keamanan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Unit Pelaksana Teknis Pusat BBPLK Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2020). ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Kami masih memiliki bahan untuk dijahit namun memerlukan relawan untuk menjahitnya
Parit Malintang (ANTARA) - Forum Batajau Seni Piaman Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, Sumbar bersama Tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung membuat alat pelindung diri (APD) guna membantu tiga RSUD di daerah itu.

"Kami membuat APD berupa jaket 'hazmat' ( pakaian dekontaminasi) untuk dibagikan ke RSUD di Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Seniman yang merancang desainnya sedangkan ibu-ibu PKK yang menjahit," kata Ketua Forum Batajau Seni Piaman Muhammad Fadly di Parit Malintang, Rabu.

Ia mengatakan setidaknya 12 pakaian itu pada Selasa sudah didistribusikan oleh seniman yang tergabung dalam Forum Batajau Seni Piaman kepada tiga rumah sakit, yakni RSUD Pariaman dan RSUD Sadikin di Kota Pariaman serta RSUD Padang Pariaman di Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.

Ia menyampaikan pembuatan APD akan terus berlanjut, sedangkan aksi itu bentuk moril dari seniman yang berasal dari kedua daerah itu.

"Selain jaket 'hazmat' kami juga membuat tameng wajah dan telah kami serahkan kepada Puskesmas Lubuk Alung," katanya.

Baca juga: Kemenperin dukung IKM produksi APD tangani Corona

Ia menjelaskan pemberian APD kepada RSUD karena tenaga medis merupakan garda terdepan dalam menangani pasien COVID-19 sehingga peluang kalangan itu terserang virus tersebut lebih besar.

Ia menyampaikan dana pembuatan APD berasal dari pengusaha daerah setempat yang peduli dengan tenaga medis dalam penanganan pandemi COVID-19.

Para ibu PKK, lanjutnya, merupakan relawan yang mau meluangkan waktunya untuk menjahit pakaian itu karena peduli dengan perkembangan dampak pandemi tersebut.

"Kami masih memiliki bahan untuk dijahit namun memerlukan relawan untuk menjahitnya," ujarnya.

Ia mengajak pengusaha, baik di daerah itu maupun perantau, untuk menyisihkan uangnya guna membeli APD, terutama untuk tenaga medis dan membeli disinfektan untuk disemprotkan ke rumah-rumah warga.

"Bila perlu jika ada tetangga yang tidak makan karena jualannya tidak laku atau sejenisnya maka inilah waktunya kita membantu," kata dia.

Baca juga: Pemprov Jateng berinovasi produksi APD untuk tenaga medis
Baca juga: Pemkot Jambi produksi APD untuk garda terdepan COVID-19

Pewarta: Altas Maulana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden ajak jadikan Idulfitri momentum pererat persatuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar