Pemerintah operasi pasar kembalikan harga gula ke Rp12.500 per kg

Pemerintah operasi pasar kembalikan harga gula ke Rp12.500 per kg

Ilustrasi: Seorang pedagang menunjukkan gula pasir di salah satu pasar tradisional Lumajang (FOTO ANTARA/ HO-Diskominfo Lumajang)

Satgas pangan memonitor, stok diharapkan distribusinya bisa lebih lancar walaupun di beberapa tempat pasar tradisional harga masih Rp18.000 per kilogram...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan pemerintah melakukan operasi pasar untuk memenuhi pasokan gula pasir di pasar tradisional agar kenaikan harga yang terjadi saat ini ke kisaran Rp18.000 per kilogram, bisa turun ke harga normal di kisaran Rp12.500 per kilogram.

Airlangga, usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan, Bogor, Kamis, mengatakan pemerintah telah memasok gula pasir ke pasaran sebanyak 20 ribu ton yang berasal dari Dumai, Riau, kemudian 33 ribu ton dari Riau, dan 250 ribu ton dari industri rafinasi.

Total terdapat 303 ribu ton gula pasir yang sudah dipasok ke pasar dalam negeri.

Airlangga mengatakan di ritel modern, harga gula pasir terpantau di kisaran Rp12.500 per kilogram. Namun di pasar tradisional, terjadi kenaikan harga ke kisaran Rp18.000 per kilogram.

“Satgas pangan memonitor, stok diharapkan distribusinya bisa lebih lancar walaupun di beberapa tempat pasar tradisional harga masih Rp18.000 per kilogram. Jangan sampai ada rembesan dari yang menjual di harga Rp12.500 per kilogram kemudian dijual di pasar tradisional lebih tinggi,” ujar Airlangga dalam rapat mengenai persiapan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H.

Presiden Joko Widodo dalam pembukaan rapat terbatas itu mengemukakan, bahwa harga gula pasir akan menurun ke kisaran normal di Rp12.500 per kilogram pada pekan depan.

Berdasarkan laporan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) harga rata-rata gula pasir lokal pada Kamis (2/4) berada pada level Rp18.000/kilogram.

Selain gula, Airlangga menjelaskan pasokan untuk komoditas pangan lainnya seperti beras mencukupi untuk memenuhi permintaan di Ramadhan dan Idul Fitri. Hal itu berdasarkan ketersediaan stok maupun perkiraan hasil panen di bulan April, Mei, dan Juni 2020.

Untuk bawang putih, kata Airlangga, pemerintah sudah memberikan persetujuan impor. Pasokan impor tersebut akan masuk ke pasar dalam negeri pada April 2020 ini dalam jumlah besar, kata Airlangga tanpa merinci berapa pasokan tersebut.

“Demikian pula untuk jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng. Kita punya stok yang cukup,” ujar Airlangga.

Adapun, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pada Kamis (2/4) mengatakan dia telah mendapatkan laporan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa sebagian gula yang diimpor telah masuk ke dalam negeri

“Tadi Mentan sudah menyampaikan bahwa gula (impor) beberapa sudah masuk ke Indonesia. Dia menyampaikan minggu-minggu depan (harganya) akan dalam kondisi normal Rp12.500/kg,” katanya.

Di sisi lain, dia juga mendapatkan laporan bahwa harga bawang putih akan kembali normal pada pekan ini atau paling lambat pekan depan di level Rp20.000-Rp30.000/kg.

Untuk itu Presiden minta agar distribusi logistik terutama pangan tetap lancar agar barang-barang kebutuhan pokok dapat segera tersedia di pasar.

Baca juga: India "lockdown", Peneliti: Indonesia perlu diversifikasi impor gula

Baca juga: Kementan: Bawang putih dan gula pasir titik berat pangan saat Covid-19

Baca juga: Pemerintah jamin ketersediaan gula terpenuhi

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Operasi pasar tekan harga gula pasir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar