Penyakit kuda Afrika muncul di Thailand, lebih dari 100 kuda mati

Penyakit kuda Afrika muncul di Thailand, lebih dari 100 kuda mati

Ilustrasi - Dua orang warga membawa kuda miliknya usai dimandikan di pantai yang dipercaya dapat menyehatkan kuda. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama.

Kasus penyakit ini baru terjadi di Thailand. Kami belum pernah mengalaminya di masa lalu,
Bangkok (ANTARA) - Setidaknya 131 ekor kuda mati di empat provinsi di Thailand akibat penyakit kuda Afrika (African Horse Sickness/AHS), tercatat pertama kalinya wabah virus menular pada hewan itu muncul di negara tersebut, menurut data yang ditunjukkan pemerintah.

"Kasus penyakit ini baru terjadi di Thailand. Kami belum pernah mengalaminya di masa lalu," kata Direktur Jenderal Departemen Pengembangan Peternakan, Sorawit Thanito, pada Kamis.

Sorawit menambahkan, bahwa saat ini pemerintah telah melakukan karantina terhadap kuda-kuda yang sakit untuk mencegah penularan kepada kuda lainnya yang sehat. Sejauh ini tidak ada laporan kasus terjadi pada manusia, dan AHS tidak terkait dengan pandemi COVID-19.

"Kami perlu menjalankan penyelidikan tentang bagaimana virus ini bisa masuk ke Thailand," kata Sorawit.

Baca juga: Arena pacuan kuda Pulomas bebas dari penyakit
Baca juga: Anthrax diduga sebabkan kematian 100 lebih kuda nil Namibia


AHS adalah penyakit endemik di wilayah tropis Afrika bagian tengah, yang kemudian biasanya menyebar ke kawasan selatan benua itu dan kadang-kadang ditemukan di kawasan utara, menurut keterangan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE).

Kuda yang terserang AHS bisa menderita demam di atas 39 derajat Celcius, juga kesulitan bernapas dan berdarah pada mata.

Pada 27 Maret lalu, OIE menangguhkan status Thailand sebagai Negara Bebas AHS. Sebelumnya, penangguhan yang sama diterapkan terhadap Myanmar dan Kirgistan pada 2018.

Sumber: Reuters

Baca juga: Piala Dunia pacuan kuda di Dubai dibatalkan karena pandemi COVID-19
Baca juga: Ibukota kuda Tiongkok Xilingol League incar pertumbuhan industri kuda yang lebih cepat

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cerita Dubes RI soal COVID-19 di Negeri Gajah Putih

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar