Peringati HUT ke-8, Pupuk Indonesia optimistis hadapi tantangan bisnis

Peringati HUT ke-8, Pupuk Indonesia optimistis hadapi tantangan bisnis

PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN Pupuk genap berusia 8 tahun (Pupuk Indonesia)

Kinerja produksi tahun 2019 relatif lebih baik dari tahun 2018
Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN Pupuk, Jumat (3/4) genap berusia 8 tahun dan dalam HUT yang mengusung tema "Bersatu, Berkarya, Demi Indonesi" ini diperingati dengan suasana khidmat, sederhana dan penuh rasa syukur, sambil mendoakan kebaikan bangsa Indonesia agar wabah COVID-19 dapat segera teratasi dan berlalu.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan, dalam momentum 8 tahun ini, dirinya ingin mengajak seluruh insan Pupuk Indonesia Grup untuk saling mendoakan dan bergotong royong membantu negara agar secepatnya bisa pulih kembali.

"Berbekal itu semua, kita harus yakin bahwa bangsa Indonesia pasti bisa segera melalui masa sulit ini. Kami bertekad menebar optimisme dengan tetap meningkatkan kinerja Perusahaan, terutama dibidang produksi dan penjualan, apalagi kehadiran pupuk sangat dibutuhkan dalam rangka ketahanan pangan nasional," kata Aas di Jakarta, Jumat.

Aas mengungkapkan, terdapat tiga rasa syukur yang ingin dipanjatkan pada peringatan HUT Pupuk Indonesia kali ini. Pertama, kata Aas, tentunya rasa syukur akan tingginya semangat persatuan, kepedulian dan gotong royong seluruh masyarakat di tengah musibah COVID-19.

Kemudian, Pupuk Indonesia berhasil mempertahankan kinerja positifnya di sepanjang tahun 2019. Menurut Aas, kinerja perusahaan di tahun 2019 relatif baik dibandingkan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini tercermin dari kinerja konsolidasi produksi, penjualan dan perolehan laba sepanjang periode 2019.

Sepanjang 2019, Pupuk Indonesia Grup berhasil memproduksi produk pupuk sebesar 11.838.451 ton, setara 101,84 persen dari rencana sebesar 11.625.000 ton. Hal itu disebabkan pabrik dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi.

Perusahaan juga berhasil memproduksi amoniak sebesar 5.906.382 ton yang mencapai 101,29 persen dari rencana yang sebesar 5.831.000 ton, serta asam sulfat 849.510 ton (99,94 persen) dan asam fosfat sebesar 270.333 ton atau 108,13 persen dari rencana.

"Kinerja produksi tahun 2019 relatif lebih baik dari tahun 2018. Hal ini tercermin dari peningkatan volume produksi sebesar 446.329 ton atau 2,42 persen dari tahun 2018. Peningkatan volume produksi salah satunya disebabkan pengoperasian pabrik Amurea II yang mulai komersil sejak Agustus 2018," kata Aas.

Dalam hal penjualan, Perseroan berhasil menjual produk pupuk dengan total capaian sebesar 12.604.778 ton atau 96,65 persen dari rencana. Penurunan penjualan ini lebih dikarenakan penyesuaian alokasi Permentan yang menjadi 8,8 juta ton dari rencana semula 9,5 juta ton.

"Sepanjang 2019 kami berupaya maksimal menjaga ketersediaan stok pupuk di seluruh daerah guna menghindari terjadinya kekurangan pupuk bersubsidi," tegas Aas.

Pupuk Indonesia sendiri, selalu memprioritaskan pasokan pupuk untuk dalam negeri, khususnya untuk sektor tanaman pangan. Bila kebutuhan untuk subsidi dan sektor pangan dalam negeri sudah terpenuhi dan stoknya dipastikan aman, baru akan dijual ke sektor komersil maupun ekspor.

Ada pun total pendapatan usaha sepanjang 2019 mencapai Rp71,25 triliun, mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 yang mencapai Rp 69,44 triliun.

"Di tahun 2019 kami juga mencatat kontribusi kepada negara sebesar Rp6,52 triliun yang terdiri dari total pajak dan deviden," kata Aas.

Baca juga: Di tengah wabah Corona, produsen pupuk melantai di bursa
Baca juga: Pupuk Indonesia: Penyaluran pupuk bersubsidi capai 2 juta ton

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar