140 orang ikuti "rapid test" corona di RSUD Soedono Madiun

140 orang ikuti "rapid test" corona di RSUD Soedono Madiun

Ilustrasi - Ketua Tim Penanganan Kasus COVID-19 RSUD dr Soedono Madiun, dr Bambang Subarno Sp.P (kiri) saat bertugas di rumah sakit setempat. Yang bersangkutan termasuk dokter yang berhak menjalani rapid test corona. (ANTARA Jatim/Louis Rika/Eg)

dari 140 orang yang kami lakukan rapid test, hasilnya semua negatif
Madiun (ANTARA) - Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr Soedono Madiun Dwi Siwi Mardiati menyatakan sebanyak 140 orang telah mengikuti kegiatan "rapid test" atau tes cepat deteksi virus corona (COVID-19) di rumah sakit setempat dan hasilnya negatif.

"Alhamdulillah dari 140 orang yang kami lakukan rapid test, hasilnya semua negatif COVID-19," ujar Dwi Siwi kepada wartawan di Madiun, Jumat.

Menurut dia, tes cepat deteksi corona tersebut diperuntukkan bagi dokter, perawat, hingga petugas radiologi dan gizi yang berinteraksi langsung dengan pasien positif corona yang dirawat di RSUD dr Soedono. Mereka merupakan golongan pertama atau ring 1 yang berhak mengikuti rapid test karena risikonya sangat tinggi untuk terpapar COVID-19.

"RSUD dr Soedono Madiun hanya menerima 140 kit alat rapid test corona dari Pemprov Jatim. Alat itu diperuntukkan bagi tenaga medis di ring 1 yang menangani pasien COVID-19," kata dia.

Selain digunakan untuk tenaga medis, dua di antaranya juga digunakan untuk melakukan tes terhadap dua pasien dalam pengawasan (PDP). Hal itu karena hasil uji spesimen laboratoriumnya lama belum keluar dari pusat.

Baca juga: Google Doodle dukung beraktivitas di rumah

"Alhamdulillah, dua-duanya juga dinyatakan negatif. Saat ini, alat tersebut sudah habis digunakan," katanya.

Dwi Siwi pun menambahkan, manajemen RSUD dr Soedono Madiun juga menyediakan fasilitas penginapan di dalam kota bagi tenaga medis yang tidak pulang ke rumah. Khususnya, tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 dan tenaga medis yang bertempat tinggal di luar Kota Madiun.

"Dengan fasilitas itu diharapkan tenaga medis tidak khawatir bisa menularkan virus corona kepada keluarganya dan lebih mudah dalam melaksanakan tugas," katanya.

Sesuai data, saat ini RSUD dr Soedono Madiun masih merawat 10 pasien kasus corona. Ke-10 pasien tersebut terdiri dari empat pasien positif COVID-19 dan enam PDP. Secara umum kondisi semuanya terpantau baik dan sedang menunggu hasil uji spesimen tahap selanjutnya.

Seperti diketahui, rapid test corona diprioritaskan untuk tenaga medis dan paramedis yang menangani pasien penyakit COVID-19, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), serta orang tanpa gejala.

Baca juga: Depok perpanjang larangan kegiatan keagamaan berjamaah

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Klaster sekolah, 32 orang terkonfirmasi positif di Ngawi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar