Afrika Selatan luncurkan pelacakan seluler orang terinfeksi corona

Afrika Selatan luncurkan pelacakan seluler orang terinfeksi corona

Seorang lanjut usai menutupi wajahnya dengan brosur mengenai virus corona, sementara mengantre untuk mendapatkan bantuan pemerintah dengan resiko terinfeksi virus saat pemberlakuan lockdown 21 hari di seluruh negeri, untuk menekan meluasnya penularan COVID-19 di Soweto, Afrika Selatan, Senin (30/3/2020). (REUTERS/SIPHIWE SIBEKO)

Johannesburg (ANTARA) - Telkom Afrika Selatan, Samsung, dan pemerintah telah bekerja sama untuk mengembangkan jalur dan melacak basis data untuk mengidentifikasi keberadaan orang yang mungkin terinfeksi virus corona.

Virus ini telah menginfeksi 1.462 orang di negara itu dan menewaskan lima orang.

Telkom telah bekerja dengan Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) dan Dewan Riset Ilmiah dan Industri (CSIR) untuk mengembangkan basis data, yang menggunakan data dari telepon seseorang untuk melacak di mana mereka berada.

Operator jaringan seluler mengatakan sistem itu mengumpulkan berbagai sumber data seperti GIS, atau pemetaan sistem informasi geografis, untuk melacak orang yang terinfeksi dan mengidentifikasi orang-orang yang telah terpapar virus.

"Ini mengurangi ketergantungan saat ini pada ingatan pasien sendiri tentang siapa mereka yang mungkin telah terpapar secara tidak sadar dan memungkinkan CSIR untuk menghubungi orang-orang yang berada yang pernah kontak dengan pasien."

Baca juga: Afrika Selatan laporkan kasus pertama virus corona

Departemen Kesehatan masih akan menggunakan pejabat untuk melacak kontak pertama dan memastikan pengujian untuk kontak sekunder di komunitas tertentu, tambahnya.

Telkom telah bermitra dengan Samsung untuk mendistribusikan 1.500 telepon seluler kepada orang-orang yang disewa untuk melacak orang-orang di provinsi yang paling parah terkena virus.

Ponsel akan terhubung secara gratis menggunakan paket FreeMe Telkom untuk 6 bulan ke depan.

Dalam konferensi pers Kamis malam, Menteri Komunikasi Stella Ndabeni-Abrahams mengatakan pemerintah menghormati hak semua orang atas privasi dan basis data tidak akan digunakan untuk memata-matai warga.

Negara-negara lain seperti Singapura, Korea Selatan, Rusia dan Jerman juga berencana untuk meluncurkan aplikasi serupa.

Sumber : Reuters
Baca juga: Ratusan ribu warga Afrika Selatan akan dites virus corona
​​​​​​​
Baca juga: Tanggulangi penyebaran corona, negara-negara Afrika tutup perbatasan

 

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ikan hias menjadi pilihan penghilang rasa bosan selama WFH

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar