Garuda pastikan rasionalisasi tidak akan pengaruhi kerja sama

Garuda pastikan rasionalisasi tidak akan pengaruhi kerja sama

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.

Kita alokasikan khususnya ke perusahaan-perusahaan yang dimerger
Jakarta (ANTARA) - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjamin rasionalisasi terhadap enam cucu perusahaannya tidak akan mempengaruhi kontrak atau kerja sama komersial yang sedang berjalan.

"Prinsip-prinsip Good Corporate Governance atau GCG juga terus kita lakukan, seperti disampaikan oleh Menteri BUMN kita juga memperhatikan seandainya anak dan cucu perusahaan tersebut memiliki kerja sama atau kontrak komersial yang sedang berlangsung kita pastikan akan tetap berjalan dengan entitas yang terpisah sehingga pada akhirnya tidak perlu ada yang dirugikan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra di Jakarta, Jumat.

Irfan juga menambahkan bahwa khusus untuk aspek sumber daya manusia atau SDM, Garuda Indonesia tidak melakukan rasionalisasi terhadap personel di anak dan cucu perusahaan tersebut.

"Kita alokasikan khususnya ke perusahaan-perusahaan yang dimerger. Proses masih terus kita lakukan, mudah-mudahan bisa segera kita selesaikan," katanya.

Lebih lanjut Dirut Garuda Indonesia itu mengatakan bahwa para personel yang berada di anak dan cucu perusahaan sudah diinformasikan untuk melakukan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan rangkaian rasionalisasi.

Sebelumnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan rasionalisasi terhadap enam cucu perusahaan tersebut terkait penataan serta pengelolaan terhadap anak dan cucu perusahaan BUMN.

Irfan Setiaputra mengatakan bahwa ini baru tahapan awal dari rasionalisasi yang dilakukan. Pihaknya akan terus melakukan hal-hal yang diperlukan dan opsi-opsi apa saja yang ada.

Selama ini Garuda melakukan beberapa kajian yang mendalam mengenai anak dan cucu BUMN, dan Garuda ingin sebenarnya banyak fokus pada bisnis inti dan kemudian memetakan serta mengevaluasi apa yang selama ini terjadi di anak dan cucu perusahaannya.

Dirut baru Garuda Indonesia tersebut juga menyampaikan bahwa evaluasi dan meninjau ulang tersebut merupakan inisiatif secara umum dari Menteri BUMN Erick Thohir yakni setiap BUMN diharapkan melakukan konsolidasi terhadap anak dan cucu usaha sambil terus memberikan kesempatan kepada dunia usaha di luar BUMN untuk ikut berpartisipasi.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Garuda Indonesia kehilangan 4 musim puncak penerbangan di tahun 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar