Dua perampok ditembak mati

Dua perampok ditembak mati

Dokumentasi - Tim Jaguar (Penjaga Gangguan Anti Kerusuhan) Polresta Depok melakukan simulasi penyergapan saat pelatihan "Close Quarter Battle (CQB)" di Pusdik Reskrim Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/8/2017). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pd/aa.

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Depok menembak mati dua dari enam perampok yang beberapa hari menghabisi nyawa korbannya.

Saat akan ditangkap, para pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan para pelaku.

"Total enam pelaku ditangkap dan karena melawan maka dilakukan tindakan tegas terukur, terhadap empat pelaku ditembak di bagian kaki dan dua pelaku tewas," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, saat dikonfirmasi, Jumat.

Para pelaku itu terdiri atas tersangka Arul, Ala, Wanda, Yansen, Gilang alias Aso dan Pratama alias Joker. Kelompok ini terkenal sadis saat melakukan aksinya.

Baca juga: Polisi kejar perampok tewaskan pemilik warung di Depok
Baca juga: Polda Metro Jaya tembak mati maling motor bersenjata api di Tangsel


Yusri mengatakan, salah satu korban komplotan perampok sadis ini pemilik toko kelontong berinisial F di Depok yang tewas akibat serangan menggungakan senjata tajam oleh para pelaku.

"Ada kasus lain yang dilakukan kelompok ini yaitu perampokan dengan korban tukang jamu pada 31 Maret 2020 dan tukang tahu sumedang pada 1 April 2020," ungkap Yusri.

Dari perampokan dengan korban tukang tahu sumedang, sebanyak 3 orang menjadi korban dan mengalami luka akibat senjata tajam.

"Selain beraksi di 3 TKP itu, para pelaku mengakui telah melakukan aksi perampokan serupa di 10 TKP yang lain," kata Yusri.
 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Kepri ingin jaga ketahanan pangan demi stabilitas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar