Anggota DPR ingin pemerintah bantu UMKM produksi masker medis

Anggota DPR ingin pemerintah bantu UMKM produksi masker medis

Ilustrasi - Buruh tengah bekerja di pabrik yang memproduksi masker. ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Jangan lagi produk untuk masyarakat seperti masker diserahkan ke perusahaan besar
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima Susetyo menginginkan pemerintah membantu UMKM untuk memproduksi masker medis yang saat ini dibutuhkan tenaga kesehatan di berbagai daerah.

"Jangan lagi produk untuk masyarakat seperti masker diserahkan ke perusahaan besar, agar memberikan geliat kepada UMKM atau pelaku garmen dan penjahit kecil semua bisa bergerak," kata Aria dalam rilis di Jakarta, Jumat.

Baca juga: BLK Makassar produksi ribuan masker bantu penanggulangan COVID-19

Politisi PDIP itu juga mengutarakan harapannya agar ada model desain resmi yang dikeluarkan sehingga UMKM bisa menyeragamkan standar masker tersebut.

Ia mengingatkan bahwa sejumlah negara berhasil menekan angka kematian akibat COVID-19 antara lain dengan mengharuskan warganya memakai masker.

Sebagaimana diwartakan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mendistribusikan sebanyak tiga juta masker ke berbagai daerah di Indonesia dalam rangka menangani COVID-19.

"Tiga juta masker yang sudah dijanjikan oleh Pak Erick (Menteri BUMN Erick Thohir) sudah tersedia, kemarin sudah disebarkan di 48 kabupaten/kota di Indonesia," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Ia menyampaikan masker itu telah didistribusikan ke wilayah Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku.

"Jadi total tiga juta masker sudah kami sebarkan melalui Kimia Farma. Bahkan masyarakat pun sudah beli dan antre di berbagai tempat pun juga sudah sesuai dengan yang kami tentukan pembeliannya," katanya.

Ia menyampaikan BUMN akan terus mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan masker di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan BUMN farmasi sudah mendapatkan bahan baku masker dari sejumlah negara sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Bahan baku kertasnya itu kita ambil dari negara lain. Tapi masker secara keseluruhan bisa produksi sendiri. Kalau bahan baku itu saya tidak mau terbuka, karena takut shortage. Pokoknya kita dapat sumber bahan baku sehingga bisa produksi," ucapnya.

Baca juga: Disainer lokal diajak ikut gerakan produksi 100.000 masker kain
Baca juga: Erick Thohir berharap BUMN produksi enam juta masker pada April 2020

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ada 3 tahap operasi KRL saat Normal Baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar