counter

Film "Janda Kembang" Gambarkan Kemunafikan

Jakarta (ANTARANews) - Film berjudul "Janda Kembang" sebuah cerita komedi dan unik, tetapi menyentuh persoalan yang sedang hangat dengan menggambarkan kemunafikan di masyarakat.

Film dibintangi artis terkenal Luna Maya memerankan si janda kembang bernama Selasih yang mendapatkan fitnah. Hal itu sebuah fenomena terjadi di masyarakat sebuah kemunafikan, kata Producer PT Kharisma Starvision Plus, Chand Parwez Servia, saat peluncuran film "Janda Kembang" di Planet Hollywood Jakarta, Rabu.

"Ini adalah kisah tentang kekeliruan manusia dalam menerjemahkan keindahan, kadang itu dipuja dan juga ternoda karena dicerca," katanya.

Film yang disutradarai Lakonde itu, sangat lokalis atau menggambarkan di lingkungan marginal yakni sebuah keinginan agar lebih mawas diri dan jangan hanya melihat kulitnya saja.

Film ini berkisah tentang Selasih (Luna Maya) seorang wanita yang sangat seksi, cantik, dan terawat yang datang ke pinggiran Jakarta tepatnya di Pulo Bantal untuk menemui temannya.

Selasih yang memiliki suara merdu datang sendirian tanpa suami, ketika itu dalam acara hajatan dengan tidak sengaja tampil membawakan sebuah lagu dengan iringi grup musik lokal "Dodirama Band" pimpinan Pak Dodi (Ringgo Agus Rahman).

Selasih hanya dengan menyuarakan sebuah lagu membuat para lelaki di daerah Pulo Bantal terpesona dan menjadi bertekuk lutut di hadapannya.

Selasih yang datang tanpa suami tidak berarti janda, tapi sebuah isu yang berkembang di Pulo Bantal si janda kembang yang akan dijadikan istri kedua pak Dodi.

Bahkan, film ini juga menceritakan tentang persahabatan dua remaja yakni Fahdli (Esa Sigit) dan radja (Rifat Sungkar) yang sedang diuji ketika mereka sama-sama memiliki perasaan pada Selasih.

Jiwa kelaki-lakian dua remaja itu yang mulai tumbuh, tiba-tiba terkuak ke permukaan.

Film yang menghadirkan komedi sosial akan jadi tontonan apik serta serentak main di bioskop pada 7 Mei 2009.

"Film itu, juga diwarnai delapan lagu dalam album sountrack dan Luna Maya membawakan empat lagu," kata Hanung Bramantyo, Co Producer.

Lula Maya mengatakan, empat lagu yang dibawakan dalam album sountrack film Janda Kembang merasa kesulitan, karena itu bukan bidang yang ditekuni. "Tapi, katanya saya memiliki suara khas," kata Luna.(*)

Pewarta: rusla
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Cerita keseruan bersama pemeran film Horas Amang

Komentar