LPOI dukung kebijakan pemerintah tangani penyebaran COVID-19

LPOI dukung kebijakan pemerintah tangani penyebaran COVID-19

Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) K.H. Said Aqil Siraj didampingi Sekretaris Umum LPOI Lutfi A. Tamimi (kiri). ANTARA/HO-LPOI

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mendukung kebijakan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19, termasuk pembatasan sosial berskala besar dan social distancing sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Ketua LPOI K.H. Said Aqil Siroj, melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Jumat, mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak panik dan bersama menjaga kondisi sosial dengan tetap di rumah masing-masing.

Menurut dia, masyarakat harus mematuhi kebijakan pemerintah demi keselamatan keluarga sekaligus membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin dorong MUI keluarkan fatwa haram mudik

Said Aqil Siroj mengimbau umat Islam pada hari Jumat selama bulan puasa salat Zuhur saja di rumah. Begitu pula, bertarawih dan salat Id juga di rumah masing-masing.

Ia juga mengimbau penganut agama Islam tidak melakukan takbir keliling dan buka bersama.

"Mengimbau masyarakat sebisa mungkin tidak melakukan mudik sesuai imbauan pemerintah. Kami juga mendukung rencana kebijakan untuk berikan insentif kepada masyarakat yang tidak mudik agar dapat merayakan Lebaran 2020," katanya.

LPOI juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan bantuan kepada masyarakat lapisan bawah yang terkena dampak COVID-19 yang dikenal dengan nama enam paket bantuan, serta peningkatan jumlah penerima bantuan.

"Besar manfaat program keluarga harapan, kartu sembako, kartu prakerja, penggratisan tarif listrik kapasitas 450 volt amper , dan diskon 20 persen kapasitas 900 va selama 3 bulan. Antisipasi kebutuhan pokok dan memberikan keringanan kredit," katanya.

Selain itu, LPOI meminta kepada seluruh pihak untuk menghilangkan stigma terhadap warga yang terpapar COVID-19 dan tidak ada politisasi terkait wabah tersebut.

Baca juga: MUI: Jakarta kawasan boleh tidak shalat Jumat

Baca juga: Din Syamsuddin: COVID-19 itu memindahkan masjid ke rumah


"Hendaknya setiap umat tidak mudah menerima dan percaya berita hoaks terkait dengan COVID-19," kata Ketua Umum PBNU yang juga Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) itu.

Said menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada sukarelawan, baik dokter maupun perawat, serta mendoakan agar selalu dijaga kesehatannya oleh Allah Swt.

"Kepada pahlawan yang mengorbankan nyawa demi pasien COVID-19, kami doakan semoga arwah diterima di sisi Allah Swt., di tempat yang damai, nyaman, tenang, dan kepada keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar