Hindari makan "nakal" agar bahagia di tengah pandemik

Oleh Nanien Yuniar

Pengajar dansa Morgan Jenkins membuat video dengan latar sebuah mural imbauan untuk tetap berada di rumah saja saat merebaknya wabah COVID-19 di Los Angeles, Amerika Serikat, Jumat (3/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mario Anzuoni/wsj.


Terapkan physical distancing
Jika sebelumnya Anda sudah akrab dengan istilah social distancing atau menjaga jarak secara sosial sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Corona, kini World Health Organization (WHO) telah menggunakan istilah baru yang dinilai lebih tepat dan efektif, yakni physical distancing atau membatasi jarak fisik. Sesuai rekomendasi WHO, setiap orang sebaiknya menjaga jarak fisik lebih dari 1 meter dengan orang lain saat bersosialisasi, mengantre, dan lainnya.

Olahraga
Setelah menerapkan pola makan sehat dan mengonsumsi vitamin, rutin berolahraga juga penting untuk dilakukan. Anda bisa memilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat, seperti melakukan peregangan di halaman rumah, yoga atau zumba sambil melihat panduan dari YouTube, jalan cepat atau berlari di atas treadmill, dan olahraga ringan lainnya.

Kelola stres dan tetap santai
Tak hanya kesehatan fisik, kesehatan mental juga penting untuk diperhatikan. Jangan sampai, karena terlalu panik atau sering membaca dan menonton berita tentang virus tersebut, lantas Anda menjadi stres dan berdampak negatif pada kesehatan psikis Anda.

Baca juga: Syarat boleh beraktivitas fisik di luar rumah saat corona

Baca juga: Gaya hidup sehat dimulai dari makanan bernutrisi

Baca juga: Jaga energi dan suasana hati saat #dirumahaja

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menentukan menu sahur dan buka puasa yang sehat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar