Hati-hati kejahatan scam WhatsApp meningkat selama pandemik corona

Hati-hati kejahatan scam WhatsApp meningkat selama pandemik corona

Logo WhatsApp (pixabay/creative commons) (Ant)

Jakarta (ANTARA) - Tidak sedikit orang yang memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat di tengah pandemik virus corona baru (COVID-19), termasuk yang menarget pengguna WhatsApp di seluruh dunia.

Terlebih lagi, dalam situasi seperti sekarang ini, di mana sebagian besar orang di dunia manfaatkan komunikasi online karena menjalani jaga jarak sosial dan harus lebih banyak "diam" di rumah.

Penggemar WhatsApp telah ditempatkan dalam siaga tinggi menyusul meningkatnya praktik scam, yang memungkinkan peretas memiliki akses penuh ke setiap pesan, foto, atau video WhatsApp yang pernah Anda kirim.

Serangan jahat pertama kali terlihat awal tahun ini tetapi tampaknya beberapa pengguna menjadi sasaran sekali lagi. Inilah semua yang perlu Anda ketahui untuk menjaga data berharga Anda aman dari peretas.

Tidak seperti kebanyakan penipuan, peretasan ini sebenarnya memberi penjahat akses penuh ke akun aplikasi perpesanan Anda-- yang memungkinkan mereka untuk berbicara dengan orang terdekat dan tersayang, membuat teman dan keluarga Anda dalam bahaya.

Apa yang membuat serangan ini lebih menyeramkan adalah ia bekerja melalui sistem verifikasi dua faktor resmi WhatsApp. Jadi, itu bukan sesuatu yang bisa ditambal atau dicegah oleh aplikasi dalam pembaruan di masa depan, tulis the Express dalam laporannya, dikutip Minggu.

Setiap kali Anda meningkatkan ponsel cerdas Anda, WhatsApp akan meminta untuk memverifikasi identitas Anda menggunakan nomor telepon Anda sebelum mengizinkan Anda untuk mengakses obrolan apa pun yang dicadangkan ke cloud.

Ini adalah mengenai kode enam digit yang dibutuhkan peretas untuk mendapatkan akses ke akun Anda.

Jika mereka sudah tahu nomor telepon Anda--baik karena kebocoran sebelumnya yang menyebabkan beberapa data pribadi Anda terpapar oleh peretas, atau karena mereka tahu Anda--maka mereka dapat memasukkan nomor itu ke dalam instalasi baru WhatsApp di ponsel mereka.

Untuk memverifikasi identitas orang yang mencoba masuk ke WhatsApp Anda, aplikasi milik Facebook akan mengirim kode enam digit yang dibuat secara acak dalam pesan teks ke nomor telepon. Ini tidak akan masuk ke peretas, ini akan pergi ke ponsel Anda.

Selanjutnya, peretas akan mengirimkan teks kepada Anda--membuat alasan untuk mendapatkan kode enam digit yang dikirimkan kepada Anda--dan meminta Anda untuk meneruskannya.

Segera setelah Anda mengirimkan kodenya, WhatsApp percaya bahwa ini adalah upaya legal untuk masuk ke akun Anda dan akan memungkinkan obrolan berada di ponsel cerdas para peretas.

Peretas kemudian akan mengirimkan pesan, seperti minta bantuan dana, minta transfer uang, dan lainnya kepada orang-orang terdekat Anda yang ada dalam kontak.

Untuk menghindari ini, Anda harus mengabaikan pesan dari siapa pun yang meminta akses kode verifikasi enam digit WhatsApp.


Baca juga: WhatsApp sediakan pengecek fakta di Italia

Baca juga: Cara "e-commerce" hadapi pandemi corona

Baca juga: Penggunaan Snapchat naik drastis selama WFH akibat corona

Penerjemah: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mudahnya belanja di pasar tradisional via WhatsApp

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar