Cara cuci baju di tengah pandemik corona

Cara cuci baju di tengah pandemik corona

Ilustrasi mencuci pakaian (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Studi terbaru oleh Komisi Tetap Penyakit Menular dan Ancaman Abad 21 di Amerika Serikat, virus corona bisa menular melalui percakapan dan pernapasan normal dengan orang yang terpapar.

Lalu bagaimana cara mencuci baju supaya terhindar dari paparan virus corona jenis baru, COVID-19? Mengingat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (The Centers for Disease Control/CDC) menyebut bahwa virus bisa bertahan selama beberapa jam hingga harian di permukaan yang dibuat dari bermacam bahan, termasuk pakaian.

Baca juga: Alasan virus corona tak bisa bertahan di makanan

Baca juga: Ahli gizi: Komposisi makanan bergizi seimbang bantu daya tahan tubuh


Robert Amler, dekan Fakultas Ilmu dan Praktik Kesehatan di New York Medical College dan mantan kepala petugas medis CDC, mengatakan kepada HuffPost bahwa durasi virus bertahan tergantung pada jenis kain, karena beberapa bahan lebih menyerap virus daripada yang lain.

"Beberapa peneliti percaya serat dalam bahan berpori menangkap partikel virus, mengeringkannya dan memecahnya," kata Amler. "Permukaan halus seperti kulit dan vinil dapat dibersihkan dengan cara dilap."

Sementara itu Dr. Janette Nesheiwat menyarankan agar pakaian berbahan polyester yang mirip spandex yang biasa dipakai untuk bahan legging, pakaian dalam dan gaun dicuci dengan hati-hati.

Pasalnya, bahan spandex dapat menahan kuman lebih lama dari pada kain berbahan dasar katun yang cenderung lebih bisa bernapas.

Baca juga: Bersihkan rumah dari virus corona, begini tipsnya

"Bahan spandex seperti poliester dapat menahan kuman lebih lama dari kain berbahan dasar kapas, tetapi semua jenis kain dapat terkontaminasi," kata Nesheiwat.

Karena informasi dan penelitian yang berkaitan dengan COVID-19 ini terus berkembang, Winner menekankan bahwa sejauh ini penelitian yang berfokus pada hal itu memberi tahu kita tentang kemampuan virus untuk tetap di permukaan seperti kardus, baja, tembaga dan plastik. Tombol-tombol pintu dan area lalu lintas tinggi.

"Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular telah memberi tahu kami bahwa beberapa virus dapat tetap aktif setelah dua atau tiga hari pada plastik dan stainless steel, 24 jam di atas kardus dan empat jam di atas tembaga," katanya.

Ingat, beberapa kancing, ritsleting, dan perangkat keras pakaian lainnya dapat dibuat dari bahan-bahan itu.

Cara mencuci pakaian

Jika memungkinkan, cuci pakaian segera setelah dipakai keluar dengan air bersuhu tinggi (minimal 26 derajat Celcius) untuk membantu membunuh virus.

"Tunggu agak lama di pengeringan supaya droplet kering yang memungkinkan virus tidak aktif."

Disarankan setidaknya baju dikeringkan selama 28 menit.

Disarankan mencuci pakaian dengan deterjen berbahan dasar pemutih (bleach) yang bisa membunuh virus.

Usahakan menjemur pakaian di dalam rumah selama pandemik corona.

Cuci tangan dengan sabun segera setelah selesai mencuci.

Bersihkan segera keranjang cucian kotor dengan disinfektan dan jangan menggoncangnya karena virus bisa beterbangan.

Baca juga: Paket dan pakaian bisa sebarkan corona?

Baca juga: Hindari makan "nakal" agar bahagia di tengah pandemik

Baca juga: Tips belanja makanan agar efektif saat corona

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tips mencuci masker kain yang tepat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar