Ketua MA yang baru terpilih optimistis capai visi sebelum 2035

Ketua MA yang baru terpilih optimistis capai visi sebelum 2035

Ketua Mahkamah Agung Periode 2020-2025 Muhammad Syarifuddin (ANTARA/tangkapan layar)

Saya yakin visi kita mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung tidak perlu menunggu tahun 2035 akan bisa kita capai
Jakarta (ANTARA) - Ketua Mahkamah Agung yang baru terpilih, Muhammad Syarifuddin mengaku optimistis dapat mencapai visi misi "Mewujudkan Badan Peradilan yang Agung" sebelum 2035 seperti yang tertera dalam Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035.

"Saya yakin visi kita mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung tidak perlu menunggu tahun 2035 akan bisa kita capai," ujar Syarifuddin dalam sidang paripurna khusus, di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin.

Ia yakin inovasi yang telah dilakukan pimpinan Mahkamah Agung (MA) sebelumnya dapat ditingkatkan dengan pola-pola perubahan untuk kemajuan.

Untuk mencapai hal itu, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial sejak 2016 tersebut, meminta semua hakim agung untuk bekerja sama dan mendukungnya.

"Tanpa bantuan dan kerja keras serta kerja sama yang baik dari bapak ibu semua sebagaimana yang telah bapak ibu berikan kepada Yang Mulia Hatta Ali juga diharapkan diberikan kepada saya dan lebih ditingkatkan lagi," ujar Syarifuddin.
Baca juga: Hatta Ali mendukung siapa pun ketua MA terpilih

Diakui Syarifuddin, Hatta Ali yang telah dinobatkan sebagai "Bapak Pembaharuan Bangsa" khususnya bagi MA dan badan peradilan sudah membawa kemajuan dan perubahan luar biasa.

Dalam kesempatan tersebut, Hatta Ali mengajak seluruh hakim agung serta badan peradilan di bawah MA untuk mendukung ketua MA yang baru terpilih.

"Mari kita bersama mendukung Ketua Mahkamah Agung RI yang baru, saya juga menyampaikan terima kasih atas segala dukungan elemen Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya atas kerja sama selama 8 tahun 2 bulan saya menjalankan amanat sebagai Ketua Mahkamah Agung," ujar Hatta Ali.
Baca juga: Muhammad Syarifuddin terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Badan Peradilan diminta tidak alergi dengan pengawasan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar