Bahlil ingin bahan baku APD dari Korea-China dijemput, ini alasannya

Bahlil ingin bahan baku APD dari Korea-China dijemput, ini alasannya

Ilustrasi: Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kiri) saat berkunjung ke pabrik alat kesehatan PT Multi One Plus di Gunung Putri, Bogor. ANTARA/HO- BKPM/pri. (ANTARA/HO-BKPM)

Amerika saja ambil bahan baku di China seperti 'ada uang, ada barang'. Kalau kita terlambat pesan, enggak dapat barang
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan ingin "menjemput" bahan baku Alat Pelindung Diri (APD) dari Korea Selatan dan China sebagai upaya untuk memastikan produksi kebutuhan tenaga medis itu terpenuhi dalam penanganan wabah Virus Corona baru atau COVID-19 di Indonesia.

Pihaknya akan berkoordinasi baik dengan industri dan Kementerian BUMN guna menjemput bahan baku APD dari negara tersebut.

"Kami lakukan langkah-langkah koordinasi dengan industri-industri, pabrik-pabrik, dan Kementerian BUMN untuk bagaimana caranya kita bisa menjemput bahan baku," kata Bahlil Lahadalia dalam penyerahan bantuan dari investor Korea Selatan LG untuk penanganan COVID-19 di Jakarta, Senin, yang juga ditayangkan melalui konferensi video.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu menjelaskan kedua negara tersebut jadi sasaran utama karena merupakan produsen bahan baku APD terbaik di dunia.

Baca juga: Pantau produksi APD, Bahlil kunjungi perusahaan peroleh izin edar

Ia bahkan menyebut Eropa dan AS pun ikut berebut bahan baku APD dari dua negara itu.

"Doakan saja Insya Allah kita punya koordinasi baik, jadi bisa siapkan bahan bakunya," tutur Bahlil Lahadalia

Bahlil mengatakan telah meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk bisa menyewa pesawat untuk bisa menjemput bahan baku APD itu.

Baca juga: Kemenperin kontak asosiasi pastikan bahan baku masker tersedia

Penjemputan bahan baku APD disebutnya akan sangat penting dilakukan mengingat kapasitas produksi APD dalam negeri mencapai 17 juta potong.

"Amerika saja ambil bahan baku di China seperti 'ada uang, ada barang'. Kalau kita terlambat pesan, enggak dapat barang. Ini terjadi kemarin kita ada industri terlambat bayar uang muka, diambil oleh Amerika. Kita enggak mau kejadian ini makanya kita support pesawat mereka, mungkin dari BUMN supaya produksi bisa berjalan," kata Bahlil Lahadalia.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam penyerahan itu menyanggupi bahwa Garuda Indonesia siap ditugaskan dalam misi tersebut.

"Garuda masih terbang kok," pungkas Erick Thohir.

Baca juga: Kemenperin bikin aplikasi distribusi bahan baku antisipasi COVID-19
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jokowi minta Erick Thohir libatkan HIPMI kerjakan proyek BUMN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar