Austria perluas area wajib gunakan masker, longgarkan "lockdown"

Austria perluas area wajib gunakan masker, longgarkan "lockdown"

Warga menggunakan masker pelindung berdiri dekat kasir ditengah mewabahnya virus corona (COVID-19) di Austria, Rabu (1/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo/hp/djo

Wina (ANTARA) - Austria akan memperluas area wajib menggunakan masker di tengah pandemi COVID-19 dengan memasukkan transportasi umum dan toko-toko kecil ke dalam daftar, kata Menteri Kesehatan Rudolf Anschober dan Kantor Kanselir Sebastian Kurz, Senin.

Penggunaan masker ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk membuka kembali toko-toko kecil mulai pekan depan yang diumumkan lebih dulu pada hari yang sama oleh Kurz. Kain syal atau kerudung juga dapat digunakan sebagai masker.

Pembukaan toko merupakan langkah awal melonggarkan karantina wilayah atau lockdown yang dianggap telah cukup mampu menahan laju penularan virus corona, selama masyarakat tetap patuh dengan berbagai aturan pembatasan sosial secara nasional itu.

Kurz, dalam konferensi pers, menyebut karena Austria memberlakukan karantina wilayah lebih dulu dibandingkan negara-negara lainnya, maka itu memberikan kesempatan untuk membuka toko-toko lebih awal juga.

Jika tidak ada halangan, kegiatan toko-toko kecil tak lebih luas dari 400 meter persegi yang bukan menjual kebutuhan utama serta toko barang kreasi mandiri (do it yourself/DIY) akan kembali berjalan pada 14 April, diikuti semua toko biasa dan pusat perbelanjaan pada 1 Mei.


Sumber: Reuters

Baca juga: Gereja di Louisiana tetap gelar ibadat, langgar imbauan diam di rumah

Baca juga: Selandia Baru pertahankan karantina nasional

Penerjemah: Suwanti
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Anies bantah akan terapkan 'lockdown' di akhir pekan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar