Produksi migas Pertamina triwulan I-2020 naik 2 persen

Produksi migas Pertamina triwulan I-2020 naik 2 persen

PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, melalui Pertamina EP Asset 1 Jambi Field berhasil melakukan pemboran sumur minyak SGC-27 di Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Muarojambi, guna mengenjot produksi pada 2020.(ANTARA/HO/Humas).

peningkatan produksi ini terutama dari kinerja lapangan di Algeria
Jakarta (ANTARA) - Produksi minyak dan gas (migas) PT Pertamina (Persero) pada triwulan I – 2020 tercatat sebesar  919 juta barel minyak ekuivalen per hari (Milion Barrel Oil of Equivalent Per Day/MBOEPD) atau meningkat 2 persen dibanding rata-rata produksi tahun 2019.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu di Jakarta, Selasa menyatakan rinciannya, produksi minyak rata-rata sebesar 421 MBOPD, sedangkan produksi gas mencapai rata rata sebesar 2887 Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD.

“Dengan penyesuaian sistem kerja dan personil untuk mengantisipasi pandemi COVID-19, Pertamina tetap berupaya menjaga produksi migas sesuai dengan target dalam Rencana Anggaran Kerja Perusahaan (RKAP). Hingga saat ini, telah mencapai 99 persen dari target,” ujar Fajriyah.

Dharmawan menambahkan, kinerja positif juga datang dari produksi lapangan migas yang beroperasi di luar negeri melalui anak perusahaan PT Pertamina International EP (PIEP) yang berhasil memberikan kontribusi produksi migas sebesar 156 MBOEPD atau 103 persen dari target triwulan I-2020.

“Peningkatan produksi ini terutama dari kinerja lapangan di Algeria,” imbuh

Dharmawan. Dalam mengantisipasi dampak penurunan harga minyak mentah dunia yang kemudian dibarengi dengan pandemi COVID-19, tambah Dharmawan, Pertamina mengambil langkah antisipasi menerapkan business continuity plan sambil terus melakukan evaluasi yang mendalam untuk prioritasi rencana kerja, biaya operasi dan investasi.

Hal ini sejalan dengan kebijakan korporasi melakukan optimalisasi pembiayaan.

“Pertamina terus berupaya menjaga tingkat investasi hulu guna memenuhi kebutuh migas nasional, baik produksi dan lifting, namun dengan beberapa penyesuaian berdasarkan skala prioritas agar keekonomian proyek juga tetap dapat tercapai,” jelas Dharmawan.

Pertamina juga terus memantau perkembangan situasi global, utamanya harga minyak mentah dunia, kurs rupiah terhadap dollar serta dampak pandemi COVID-19.

“Kami berterima kasih kepada seluruh karyawan, khususnya yang bertugas di garis depan yang terus mendedikasikan diri menjaga operasional produksi dan keberlangsungan proyek dengan segala penyesuaian yang ada. Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang membantu, tenaga medis dan petugas otoritas lainnya yang telah mendukung operasional Pertamina dari Hulu sampai Hilir yang berjalan dalam kondisi terbatas seperti saat ini,” kata Dharmawan.

Baca juga: Pertamina EP Asset 3 tingkatkan produksi migas
Baca juga: Produksi Pertamina EP naik, SKK Migas beri apresiasi
Baca juga: Presiden gelar rapat terbatas bahas minyak bumi dan ketenagalistrikan


Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Konsumsi BBM di Jateng-DIY saat Ramadhan turun 40%    

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar