Jangan panik, kata pasien sembuh COVID-19 di Sumut

Jangan panik, kata pasien sembuh COVID-19 di Sumut

Ori Kurniawan, pasien kedua positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh di Provinsi Sumatera Utara. (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Ori Kurniawan, merupakan pasien kedua positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh di Provinsi Sumatera Utara.

Ori akhirnya diperbolehkan pulang, setelah beberapa hari diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan.

Pria yang berprofesi sebagai ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, tampil ke publik dengan membawa kisahnya melawan virus yang berasal dari kota Wuhan, China.

Baca juga: Legislator puji langkah penetapan PSBB DKI Jakarta

Bermula dari kepulangannya dari kota Jakarta, Ori mulai merasakan ada yang bermasalah dengan kondisi kesehatannya. Ia pun memberanikan diri untuk melakukan pengecekan tes COVID-19.

Betapa terkejutnya Ori ketika hasil tes menyatakan bahwa dirinya positif terpapar virus corona.

"Saya langsung shock, mau gimana-gimana panik." katanya kepada wartawan, Selasa.

Tak berapa lama, pihak RSUP Haji Adam Malik menjemput Ori dari kediamannya, dan dibawa ke rumah sakit tersebut untuk menjalani perawatan intensif di ruang diisolasi.

"Pagi dikasih makan, siang dikasih makan, malam juga. dari pagi kita dicek tensi darah, cek suhu panas badan kita, cek juga oksigen yang ada di otak kita," ujarnya.

Baca juga: PDHI Kalbar : COVID-19 ditularkan hewan kecil kemungkinan terjadi

Saat diisolasi bersama beberapa pasien positif COVID-19 lainnya di rumah sakit tersebut, Ori mengaku bahwa dirinya masih merasakan shock. Namun, tekadnya melawan virus tersebut jauh lebih besar dari ketakutannya itu.

Doa serta dukungan yang terus disampaikan oleh kerabat dan teman-temannya membuat Ori semakin yakin bahwa dirinya bisa sembuh.

"Semuanya men-support. Saya yakin bisa sembuh, karena tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan kecuali kematian," ujarnya.

Kepanikan Ori perlahan juga mulai surut setelah dirinya mencoba untuk lebih tenang menghadapi kenyataan bahwa dirinya terpapar virus tersebut.

"Intinya jangan panik, karena kalau kita panik daya tahan tubuh kita menurun. Dan jangan lupa tetap berdoa kepada Allah," ujarnya.

Setelah beberapa hari menjalani perawatan, akhirnya pihak RSUP Haji Adam Malik menyatakan bahwa Ori dinyatakan sembuh dari virus corona dan diperbolehkan pulang.

Baca juga: Cegah penyebaran COVID-19, NU Papua imbau warga tunda mudik Lebaran
Baca juga: Jokowi minta kementerian perbanyak program padat karya tunai
Baca juga: Gabungan BUMN di Kalbar serahkan bantuan APD penanganan COVID-19

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satgas jelaskan alasan masyarakat enggan tes COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar