BMKG: Tahun ini akan ada tiga kali fenomena minimoon

BMKG: Tahun ini akan ada tiga kali fenomena minimoon

Dokumentasi - Penampakan bulan minimoon terlihat diwilayah Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (9/6/2017). Fenomena bulan minimoon yang terjadi saat bumi dan bulan mencapai jarak terjauh lebih dari 406.000 kilometer tersebut, membuat bulan akan terlihat tujuh persen lebih kecil dari ukuran normal dan sinarnya lebih redup 15 persen. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/am.

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa tahun ini akan ada tiga kali fenomena minimoon, yaitu posisi bulan yang berada di titik terjauh dari bumi.

"Ada, tahun ini ada juga minimoon," kata Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Hendra Suwarta melalui sambungan telepon dengan ANTARA di Jakarta, Selasa.



Ia mengatakan minimoon tersebut disebut juga dengan apoge, di mana posisi bulan berada di titik paling jauh dari bumi.

"Jadi di titik terjauh itu disebut apoge, sementara yang terdekat disebut perige," katanya.

Minimoon pada tahun ini diperkirakan akan terjadi tiga kali, yang sebagian besar munculnya pada akhir tahun, yaitu pada 2 dan 31 Oktober serta pada 30 November.

Pada posisi terjauhnya dari bumi, bulan akan berjarak sekitar 400.000 kilometer (km) atau selisih sekitar 50 km dibandingkan dengan posisi terdekatnya dari bumi, atau disebut juga dengan supermoon, yaitu sekitar 356.910 km.

"Jaraknya diketahui 400.000 km. Bedanya 50.000 km lah dengan yang terdekat," katanya.

Pewarta: Katriana
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BMKG dorong petani pahami iklim guna tingkatkan hasil pertanian

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar