Wall Street berakhir turun, investor takut pasar saham AS jatuh lagi

Wall Street berakhir turun, investor takut pasar saham AS jatuh lagi

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/pri.

Anda masih rentan. Katakanlah berita virus berubah menjadi lebih buruk. Pasar tidak akan menyukainya
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street menyerahkan keuntungan awal menjadi lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena momentum pasar menurun pada akhir sesi.

Penguapan sebuah reli pada pada menit-menit jelang penutupan menunjukkan bahwa banyak investor takut pasar saham AS terancam jatuh kembali karena ketidakpastian seputar pandemi Virus Corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 26,13 poin atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 22.653,86 poin. Indeks S&P 500 turun 4,27 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 2.659,41 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 25,98 poin atau 0,33 persen, menjadi 7.887,26 poin.

Dipicu oleh tanda-tanda awal dari wabah mulai stabil di beberapa titik panas AS, termasuk negara bagian New York, S&P 500 diperdagangkan naik 3,5 persen selama sesi, hanya untuk kehilangan kekuatan tajam pada sore hari menjadi berakhir turun 0,16 persen. Namun, indeks tetap naik 19 persen dari level terendah 23 Maret.

Baca juga: Harga emas jatuh 10 dolar, dipicu investor menjauh dari aset aman

Sebagian besar pemulihan Wall Street baru-baru ini adalah berkat paket stimulus dua triliun yang bertujuan merangsang ekonomi karena banyak negara berhibernasi untuk memperlambat penyebaran Virus Corona.

Namun, banyak investor tetap skeptis bahwa kenaikan Wall Street baru-baru ini merupakan awal dari pemulihan berkelanjutan.

Scott Wren, ahli strategi ekuitas global senior di Wells Fargo Investment Institute di St. Louis, adalah di antara banyak investor yang skeptis tentang kekokohan reli baru-baru ini.

"Anda masih rentan. Katakanlah berita virus berubah menjadi lebih buruk. Pasar tidak akan menyukainya. Atau pemerintah tidak bisa mendapatkan stimulus fiskal ke tangan bisnis dengan cukup cepat, itu akan menjadi masalah, " Wren memperingatkan seperti dikutip oleh Reuters.

Baca juga: Dolar AS jatuh, dipicu selera terhadap mata uang berisiko meningkat

Di sisi data, kepercayaan pemilik usaha kecil terhadap ekonomi AS turun paling besar pada Maret ketika wabah virus corona menghancurkan perekonomian, menurut Federasi Nasional Bisnis Independen (NFIB).

Indeks Optimisme Bisnis Kecil NFIB turun 8,1 poin pada Maret menjadi 96,4, penurunan bulanan terbesar dalam sejarah survei, kelompok itu mengatakan Selasa (7/4/2020) dalam sebuah laporan.

Investor juga mencerna berita terbaru tentang pandemi COVID-19. Pada Selasa sore (7/4/2020), lebih dari 386.000 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan 12.285 kematian, menurut data dari Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Tiga indeks utama Wall Street ditutup melonjak lebih dari tujuh persen pada Senin (6/4/2020), setelah penurunan jumlah kematian harian di New York, pusat Virus Corona terbesar di Amerika Serikat, memicu optimisme pendataran kurva dari pandemi semakin dekat.

Baca juga: Harga minyak jatuh lagi, tertekan investor ragu penurunan produksi
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden buka perdagangan perdana, IHSG menguat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar