Liga Inggris

Petinggi Udinese yakin Liga Inggris tidak akan dilanjutkan

Petinggi Udinese yakin Liga Inggris tidak akan dilanjutkan

Trofi Liga Premier Inggris. ANTARA

Jakarta (ANTARA) - Direktur olahraga klub Liga Italia Udinese Pierpaolo Marino meyakini Liga Inggris musim ini tidak akan dilanjutkan.

Liga Inggris telah dihentikan sejak bulan lalu akibat pandemi COVID-19. Pada pekan lalu, operator liga mengumumkan bahwa mereka memperpanjang penangguhan kompetisi tanpa tenggat waktu.

Pandemi COVID-19 telah menghantam keberlanjutan liga-liga di Eropa. Ketidakpastian kapan liga dapat kembali bergulir membuat Liga Belgia memutuskan untuk menghentikan kompetisi secara resmi, dan mendapuk Club Brugge sebagai juara.

"Federasi Belgia telah mengakhiri liga mereka meski terdapat ancaman sanksi dari UEFA. Di Inggris, Liga Inggris akan merilis pernyataan serupa, karena situasinya telah menjadi sangat serius," ucap Marino kepada Sportitalia.

"Tidak peduli berapa lama waktu yang diperlukan, kita perlu keluar dari zona berbahaya ini. Saya mencemaskan musim-musim mendatang, bukan yang telah lewat," tambahnya.

Baca juga: Klub-klub Liga Inggris yang cutikan staf gara-gara wabah virus corona

Baca juga: Mourinho dan beberapa pemain Spurs langgar aturan social distancing


Klub tempat Marino bekerja dimiliki oleh Giampaolo Pozzo, yang merupakan ayah dari pemilik klub Liga Inggris Watford, Gino Pozzo.

Pernyataan Marino mungkin benar, karena pada Selasa Ketua FA Greg Clarke secara tersirat membuka peluang untuk tidak merampungkan liga musim ini.

Dalam pernyataannya tersebut, Clarke mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan musim, namun terdapat kemungkinan musim tidak diselesaikan karena sepak bola sedang tidak menjadi prioritas utama.

Seandainya Liga Inggris musim ini dihentikan akan terdapat pertanyaan mengenai siapa juaranya, terutama setelah Liverpool menggenggam keunggulan 25 poin di klasemen.

Meski demikian, Presiden UEFA Aleksander Ceferin sempat mengatakan pada Selasa bahwa dirinya meyakini menobatkan Liverpool sebagai juara merupakan langkah yang adil seandainya musim ini berhenti prematur.

"Tentu saja, lagi-lagi, saya tidak melihat skenario bahwa (juaranya) itu bukan Liverpool," tutur Ceferin kepada surat kabar Slovenia Ekipa.

Baca juga: Jurgen Klopp berterima kasih kepada staf kesehatan

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Direksi TVRI patahkan alasan Dewas pecat Helmy soal tayangan asing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar