Bamsoet: Perlu sinergi hadapi resesi ekonomi akibat COVID-19

Bamsoet: Perlu sinergi hadapi resesi ekonomi akibat COVID-19

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/hp)

Indonesia harus menemukan jalan keluar yang bisa meminimalisir ekses resesi ekonomi
Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan perlunya sinergi antara pemerintah, swasta, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadapi resesi ekonomi akibat pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Ketika bencana kemanusiaan akibat pandemi global Virus Corona belum berakhir, Indonesia dan komunitas global kini telah dihadang resesi ekonomi. IMF menegaskan bahwa perekonomian global sudah memasuki tahap resesi. Sebab, seperti halnya di Indonesia, hampir semua negara menghentikan sebagian aktivitas perekonomian," ujar Bamsoet lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengemukakan, skenario terburuk perekonomian nasional akibat wabah corona, di mana perekonomian nasional hanya bisa tumbuh 2,3 persen, dari prediksi awal tahun 2020 yang 5 persen. Baik investasi maupun ekspor tumbuh negatif.

"Kalau selama ini hanya pemerintah yang menyuarakan kecemasan pada resesi ekonomi, kini semua dipanggil untuk peduli. Indonesia harus menemukan jalan keluar yang bisa meminimalisir ekses resesi ekonomi," tegas Bamsoet.

Karenanya, Bamsoet mendorong pemerintah dan semua kekuatan sektor swasta bersinergi mewaspadai resesi ekonomi. Sambil tetap berfokus pada kerja merespons dampak wabah virus Corona, kepedulian dan respons bersama pada resesi ekonomi pun harus dimulai.

"Bencana beruntun ini akan bisa dilalui jika semua elemen masyarakat Indonesia lebih mengedepankan kehendak baik menjaga kondusifitas. Sebab, kondusifitas menjadi kata kunci yang memampukan bangsa ini mengelola rangkaian masalah akibat wabah virus Corona dan resesi ekonomi," kata  Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI ini menilai pemerintah sudah cukup tanggap dalam menghadapi resesi. Pemerintah telah berencana menerbitkan obligasi khusus, yang hasilnya akan disalurkan untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar tetap mampu bertahan dan menciptakan lapangan kerja.

Jumlah UMKM mencapai 62,9 juta unit usaha dan mampu menyerap lebih dari 100 juta tenaga kerja.

"Selain itu, Presiden Joko Wiodo berjanji menyelenggarakan program padat karya tunai untuk memberi penghasilan sementara bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan akibat pandemi Covid-19. Akan ada beragam program padat karya, termasuk memproduksi masker, disinfektan, dan berbagai keperluan untuk menangani wabah Covid-19," urai Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, jika pemerintah telah berinisiatif, sektor swasta pun diharapkan kreatif dan berani berinisiatif pula.

Kadin dan seluruh asosiasi pengusaha diharapkan segera merumuskan proposal tentang strategi menghadapi resesi ekonomi di sektor bisnisnya masing-masing.

"Ketika pemerintah masih disibukan oleh kerja merespons wabah Corona, Kadin dan semua asosiasi pebisnis setidaknya mau pro aktif berkomunikasi dengan pemerintah,” ujar Bamsoet.

Misalnya, pemerintah tentu ingin tahu jalan keluar apa yang ada di benak para pemilik hotel dan pengelola obyek wisata untuk memulihkan sektor pariwisata.

“Butuh kebersamaan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bisa mengatasi pandemi Corona dan resesi ekonomi tersebut,” kata Bamsoet.

Baca juga: Mentan ajak berbisnis pertanian karena tidak terdampak resesi ekonomi
Baca juga: Pakar: Resesi masih jauh, tapi dibayangi dilema pertumbuhan ekonomi


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini langkah pemerintah hadapi resesi dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar