MPR mendukung program bela negara bagi penguatan masyarakat sipil

MPR mendukung program bela negara bagi penguatan masyarakat sipil

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Pimpinan Depinas SOKSI, bersilaturahmi dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andhika Perkasa, di Mabes AD, Selasa (7/4/2020). (ANTARA/HO)

Momentum untuk memperkuat fungsi masyarakat sipil dalam sinergitas bersama TNI sebagai fungsi pertahanan keamanan negara
Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung penuh penguatan masyarakat sipil melalui program bela negara dan pendidikan semimiliter sejenis untuk meningkatkan nasionalisme dan kedisiplinan warga negara yang menjadi wujud akulturasi TNI AD setelah dwifungsi ABRI ditiadakan.

"Kasus pandemik Virus Corona (COVID-19) yang melanda, bukan saja Indonesia tapi juga hampir seluruh negara di dunia, merupakan momentum untuk memperkuat fungsi masyarakat sipil dalam sinergitas bersama TNI sebagai fungsi pertahanan keamanan negara," kata Bamsoet dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu, saat bersama Pimpinan Depinas SOKSI, bersilaturahmi dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andhika Perkasa, di Mabes AD, Selasa (7/4).
Baca juga: Bamsoet apresiasi respon positif KASAD terkait pelatihan bela negara


Bamsoet yang merupakan Wakil Ketua Umum SOKSI itu menilai organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki posisi strategis sebagai aktor pembangunan, bukan hanya dapat berfungsi dan difungsikan dalam menyukseskan program-program pemerintah, namun lebih jauh perannya dalam hal rekrutmen kader dan pemimpin bangsa.

Karena itu, dia menilai perlu kerja sama dan daya dukung pemerintah secara sungguh-sungguh terhadap ormas-ormas yang ada, agar fungsi dan perannya sesuai tujuan bernegara dan selaras dengan harapan masyarakat dengan tetap berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

"Lebih dari 400.000 ormas yang resmi terdaftar di Indonesia dengan ciri dan karakteristik masing-masing sesuai kesamaan prinsip dan kepentingan, yang tersebar di dalam dan luar negeri, baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota, rugi dan bahkan bisa berpotensi berbahaya jika tidak diberdayakan oleh negara secara optimal," ujarnya pula.

Bamsoet bersama rombongan Depinas SOKSI yang hadir menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kesigapan TNI AD dalam mengatasi situasi darurat COVID-19 yang tidak mudah.

Hal itu, termasuk kesiagaan dalam fungsi kesehatan, di antaranya mengoptimalkan rumah sakit milik TNI AD dengan segala fasilitasnya yang memadai dan alat-alat mutakhir termasuk mengirimkan tenaga-tenaga medis yang kompeten dan siap 24 jam.

Dia menjelaskan, silaturahmi SOKSI mengunjungi KASAD, mengundang KSAD untuk hadir dan menyampaikan petuah kebangsaan dalam Munas XI SOKSI Tahun 2020 yang direncanakan setelah Lebaran, menunggu situasi negara kondusif.

Menurut dia, KASAD Andika Perkasa memastikan akan hadir dalam Munas XI SOKSI Tahun 2020 dan akan terus menguatkan ikatan emosional SOKSI-TNI AD, termasuk menuangkannya dalam bentuk kesepakatan (MoU) program bersama, penyiapan komponen cadangan dari unsur masyarakat sipil, khususnya ormas SOKSI.

"Saya menyambut baik rencana penguatan kerjasama produktif SOKSI dan TNI AD ini, salah satunya dalam bentuk kegiatan sosialisasi bersama empat konsensus dasar," katanya.
Baca juga: MPR ajak warga turut bela negara cegah penyebaran COVID-19


Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu mengingatkan bahwa peristiwa pandemi COVID-19 meskipun banyak menimbulkan dampak negatif khususnya terkait kesehatan warga dan perekonomian bangsa, namun menjadi momentum bersama untuk mengingatkan kembali pentingnya kesadaran gotong royong, rasa kebersamaan dan kekeluargaan, nasionalisme serta khususnya nilai-nilai ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dia menilai, peran-peran strategis para aktor kemanusiaan dan pertahanan keamanan di garda terdepan dalam situasi darurat, seperti TNI AD, tenaga medis, para pendidik, penyedia pangan perlu mendapat perhatian khusus, bahkan ketika negara dalam kondisi normal.

"Karena tanpa mereka yang berada di garis terdepan memastikan kondusivitas masyarakat di situasi darurat, maka negara bukan sekadar menghadapi persoalan kesehatan dan ekonomi, namun bisa menjadi konflik sosial yang berujung pada disintegrasi bangsa dan 'distrust' pada pemimpin negara," ujarnya.

Bamsoet menilai penguatan masyarakat sipil dalam hal pembinaan kedisiplinan dan nilai-nilai kebangsaan adalah hal mendesak yang perlu disegerakan setelah pulih dari bencana COVID-19 dan pentingnya komponen cadangan merupakan wujud supremasi sipil di era kekinian.
Baca juga: Kabadiklat Kemhan: Pembinaan bela negara bangun karakter bangsa

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wakil Ketua MPR RI ajak saling peduli di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar