Rupiah melemah dipicu kembalinya pasar ke aset safe haven

Rupiah melemah dipicu kembalinya pasar ke aset safe haven

Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (2/4/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu sore melemah dipicu kembalinya pasar ke aset safe haven.

Rupiah Rabu sore ditutup melemah 50 poin atau 0,31 persen menjadi Rp16.250 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.200 per dolar AS.

"Sentimen negatif kembali masuk ke pasar keuangan setelah data tingkat kematian akibat virus di AS dan Eropa menunjukkan kenaikan yang tajam. Pasar kembali masuk ke safe haven seperti dolar AS," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures di Jakarta, Rabu.

New York dan Inggris mengumumkan angka kematian harian tertinggi mereka dalam semalam, meskipun jumlah kasus dilaporkan menurun di awal minggu.

Gubernur New York Andrew Cuomo melaporkan 5.489 kematian di negara bagian itu semalam. Sementara di Inggris, jumlah kematian meningkat menjadi hampir 5.400 orang.

Di tempat lain di Eropa, korban harian Spanyol dari kematian akibat COVID-19 naik untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir. Pasar juga memantau perkembangan kondisi PM Inggris Boris Johnson.

"Pasar mencerna berita bahwa Perdana Menteri Boris Johnson tetap dalam perawatan intensif dan kondisinya stabil," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Dari domestik, pemerintah menerbitkan surat utang global dengan mata uang asing senilai 4,3 miliar dolar AS dengan tenor terpanjang 50 tahun atau setara Rp68,6 triliun (kurs Rp 16.000 per dolar AS).

Ini adalah penerbitan surat utang dalam dolar AS terbesar dalam sejarah RI. Indonesia juga menjadi negara pertama yang menerbitkan "sovereign bond" sejak pandemic COVID-19 terjadi.

Sedangkan Bank Indonesia terus melakukan strategi bauran agar bisa memberikan solusi terhadap perekonomian yang saat ini terus melambat akibat pandemi COVID-19.

"Pasar memandang apa yang dilakukan oleh pemerintah dan Bank Indonesia disaat terhimpit pandemi COVID-19 cukup positif dan ini akan menambah kepercayaan modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp16.180 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp16.180 per dolar AS hingga Rp16.313 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp16.245 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp16.410 per dolar AS.



Baca juga: Rupiah diprediksi menguat, terkerek fasilitas repo dari The Fed
Baca juga: Rupiah Rabu pagi bergerak menguat 20 poin
Baca juga: BI optimis rupiah menguat Rp15 ribu per dolar AS akhir 2020

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI pertahankan suku bunga acuan 4,5 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar