Cerita Gubernur BI menangis saat rumuskan penanganan COVID-19

Cerita Gubernur BI menangis saat rumuskan penanganan COVID-19

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa (7/4/2020). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah.

Saya setiap malam itu nangis setiap hari, dengan kawan-kawan kami doa terus,
Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku bahwa dirinya menangis setiap malam saat merumuskan kebijakan untuk penanganan COVID-19 karena wabah ini menjadi masalah yang kompleks dan terjadi di seluruh dunia.

"Saya setiap malam itu nangis setiap hari, dengan kawan-kawan kami doa terus," kata Perry ketika memaparkan penanganan COVID-19 kepada Komisi XI DPR RI dalam rapat kerja secara virtual di Jakarta, Rabu.

Awalnya, sejumlah wakil rakyat di Komisi XI menanyakan terkait langkah yang diambil pemerintah dan BI dalam menangani dampak virus Corona.

Kemudian, ia bercerita sejak akhir Maret 2020 mengadakan pembahasan secara maraton dengan Menkeu, OJK, dan LPS dalam merumuskan kebijakan penanganan wabah virus Corona jenis baru ini.

Baca juga: BI percepat peraturan pelaksana pembelian SUN/SBN di pasar perdana

Kebijakan itu, lanjut dia, diputuskan dengan mencermati sejumlah skenario dari yang berat sampai sangat berat.

Adapun kebijakan yang diambil yakni mengalokasikan anggaran untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, sektor usaha hingga dampak kepada lembaga jasa keuangan.

Total ada Rp405,1 triliun biaya yang dibutuhkan untuk penanganan COVID-19 yang bersumber dari sejumlah pos di antaranya sisa lebih penghitungan anggaran, dana di badan layanan umum pemerintah, penerbitan surat utang negara hingga kerja sama dengan lembaga multilateral dunia.

Ia mengharapkan ada perspektif yang sama dalam penanganan COVID-19 baik kemanusiaan hingga perekonomian untuk Indonesia, yang diibaratkan sebuah kapal tetap tangguh, meski dihantam air bah yang tingginya bahkan mencapai gunung.

"Mohon maaf ini saya agak emosional, saya betul-betul ingin nangis, ini sesuatu yang sangat kompleks memerlukan upaya dari pagi sampai malam. Malamnya tahajud, mohon dukungan lindungan dari Allah," katanya.

Baca juga: BI optimistis defisit transaksi berjalan tetap 2,5-3 persen

Menanggapi cerita itu, Ketua Komisi XI Dito Ganinduto mengatakan semua elemen bangsa akan bersatu untuk menghadapi COVID-19.

"Dengan situasi sekarang dengan wabah COVID-19, kami bersama pemerintah, DPR, masyarakat, akademisi seluruhnya bersatu karena kita satu kapal untuk melewati wabah ini dengan baik," katanya.

Senada dengan Dito, anggota Komisi XI Ramson Siagian mendukung langkah pemerintah dan BI dalam menangani COVID-19.

"Kami mendukung, jangan menuntut banyak dulu, COVID ini berkembang dinamis," katanya.

Baca juga: BI optimis rupiah menguat Rp15 ribu per dolar AS akhir 2020

Baca juga: BI tetap jalankan layanan transaksi keuangan selama penetapan PSBB

 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI Sultra gandeng perbankan untuk layanan penukaran uang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar